Indonesia memiliki beberapa bangunan arsitektur yang sangat baik, terutama bangunan-bangunan bersejarah yang berdiri sejak zaman kerajaan di Nusantara dan masa kolonialisme.
Adapun bangunan arsitektur terbaik di Indonesia kebanyakan adalah bangunan peribadatan, baik berupa candi, pura, masjid, katedral hingga klenteng. Selain itu, ada juga sejumlah bangunan bersejarah di Indonesia yang memiliki arsitektur terbaik, sebagaimana akan dijelaskan berikut ini.
1. Candi Borobudur
Candi Borobudur didirikan pada tahun 825 Masehi pada masa pemerintahan Raja Samaratungga dari wangsa Syailendra. Candi Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di dunia yang telah diakui UNESCO sebagai salah satu keajaiban dunia.
Sebagai candi Buddha, Borobudur dihiasi 504 patung Buddha, dengan kubah utama dikelilingi 72 patung Buddha yang masing-masing duduk di dalam stupa berlubang.
Adapun orang yang merancang bangunan candi Borobudur adalah Gunadharma, menempatkan 2.672 panel relief, yang dilukiskan secara runtut sesuai arah jarum jam. Candi Borobudur dibangun dengan teknik tinggi, terbuat dari batu kali yang tersusun rapi dengan sistem interlock (saling mengunci satu sama lain).
Candi Borobudur yang berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memiliki tinggi bangunan 42 meter dengan 10 tingkat yang mewakili kamadhatu (manusia yang terikat hawa nafsu), rupadathu (manusia yang sudah terbebas dari hawa nafsu, tetapi masih terikat rupa dan bentuk), dan arupadhatu (manusia yang sudah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk).
2. Candi Prambanan
Arsitektur terbaik di Indonesia selanjutnya juga berupa candi, yakni Candi Prambanan. Candi yang juga dikenal sebagai kompleks Seribu Candi ini memiliki banyak candi dengan candi utama setinggi 47 meter sebagai perlambang kejayaan Hindu dan redupnya zaman kerajaan Buddha di Indonesia.
Candi Prambanan dibangun sebagai pemujaan untuk Dewa Siwa, dewa pelebur yang melebur segala sesuatu yang sudah usang dan tidak layak berada di dunia fana lagi sehingga harus dikembalikan kepada asalnya. Prambanan terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Candi Prambanan termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, diakui sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Selain itu, Candi Prambanan juga lekat dengan mitos Roro Jonggrang.
3. Gedung Sate
Gedung Sate dibangun tahun 1920 di Bandung, Jawa Barat. Bangunan ini menjadi saksi sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bangunan arsitekturnya yang memiliki ornamen enam tusuk sate membuat gedung tersebut dinamakan Gedung Sate.
Adapun enam ornamen tusuk sate merupakan lambang dari 6 juta Gulden yang dihabiskan pemerintah Kolonial untuk membangun gedung tersebut. Hingga saat ini, Gedung Sate masih berdiri kokoh dan berfungsi sebagai pusat pemerintahan Kota Bandung.
Gedung Sate terkenal karena arsitekturnya yang megah serta sarat budaya dan sejarah. Dalam pembangunannya, dibutuhkan 2.000 pekerja dari berbagai etnis, termasuk 150 tukang kayu dan pemahat batu terampil dari Tiongkok.
4. Lawang Sewu
Dalam Bahasa Jawa, Lawang Sewu berarti seribu pintu. Meskipun jumlah pintu bangunan yang didirikan tahun 1907 ini tidak sampai seribu pintu, tetapi karena banyaknya jumlah pintu sehingga dinamakan Lawang Sewu.
Lawang Sewu terletak di sebelah timur Tugu Muda Semarang, di sudut Jalan Pandanaran dan Jalan Pemuda. Bangunan tiga lantai yang memiliki bentuk arsitektur Belanda ini memiliki pintu yang sangat banyak serta jendela yang sangat tinggi dan lebar.
Di lantai utama, di dekat tangga menuju lantai dua, ada sebuah kaca besar berlukiskan dua wanita Belanda yang sangat indah. Inilah sebabnya Lawang Sewu menjadi tempat wisata eksotik yang sangat diminati berbagai kalangan, termasuk turis asing.
5. Kelenteng Sam Poo Kong
Arsitektur terbaik di Indonesia selanjutnya adalah Kelenteng Sam Po Kong yang dulu dikenal sebagai Gedung Batu. Bangunan tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi karena dipercaya sebagai petilasan Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok saat mendarat di Pulau Jawa.
Kelenteng Sam Po Kong memiliki bentuk arsitektur perpaduan antara budaya Jawa dengan Cina serta terletak di daerah Simongan, barat daya Kota Semarang.
6. Masjid Istiqlal
Bangunan arsitektur terbaik di Indonesia selanjutnya merupakan karya arsitek ternama di Indonesia, yakni Frederich Silaban yang merancang Masjid Istiqlal. Masjid tersebut menjadi cerminan kebersamaan dalam kebhinnekaan dan keragaman agama di Indonesia dan merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara.
Masjid yang mulai dibangun pada 24 Agustus 1951 di zaman Presiden Soekarno ini baru selesai pengerjaannya pada 22 Februari 1978. Bangunan yang dirancang oleh arsitek Protestan tersebut memiliki gaya arsitektur Islam modern internasional yang menerapkan bentuk-bentuk geometri sederhana seperti kubus, persegi, dan kubah bola ukuran raksasa yang dihiasi beberapa ornamen.
Keberadaan menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar menjadikan masjid ini begitu ikonik. Selain itu, interior Masjid Istiqlal, memiliki gaya Timur Tengah.
7. Gereja Katedral
Bangunan Gereja Katedral Jakarta yang memiliki tinggi 60 meter mulai didirikan pada tahun 1891. Gereja yang dibangun di masa kolonial ini untuk menggantikan bangunan gereja lama buatan Belanda yang runtuh pada tanggal 9 April 1890.
Setelah mengalami serangkaian kendala perizinan dan pendanaan, pada 21 April 1901, Gereja Katedral diresmikan dengan nama ?De Kerk van Onze Lieve Vrowe ten Hemelopneming ? Gereja Santa Maria Diangkat Ke Surga?.
Arsitektur neo-gotik menjadi konsep gedung yang dibangun dengan dana 628.000 Gulden hasil pengumpulan dana dari jemaat Indonesia. Para pejabat Belanda kala itu menilai gereja hasil karya Pastor Antonius Dijkmans ini ?terlampau kokoh? karena struktur gedung dan material yang digunakan benar-benar pilihan terbaik.
8. Istana Bogor
Istana Bogor patut diakui memiliki arsitektur bangunan bersejarah yang menawan di Indonesia. Istana yang dibangun pada bulan Agustus 1744 dan berbentuk tingkat tiga ini dulunya bernama Buitenzorg atau Sans Souci yang berarti ?tanpa kekhawatiran?.
Awalnya, Istana Bogor merupakan bangunan 3 tingkat yang diperuntukkan sebagai rumah peristirahatan. Bangunan yang kini bernama Istana Bogor tersebut dibangun oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff yang membuat sketsa dan membangunnya dari tahun 1745-1750.
Gustav mencontoh sebuah bangunan di Oxford, Inggris yakni Blehheim Palace, kediaman Duke Malborough. Istana Bogor sempat mengalami kerusakan cukup parah pada 1834 akibat letusan dari Gunung Salak. Pada tahun 1850, Istana Bogor dibangun kembali, tetapi hanya satu lantai karena disesuaikan dengan situasi daerah yang sering gempa.
Sejak itu, bentuk bangunan Istana Bogor berangsur-angsur mengalami berbagai perubahan dan menjadi rumah peristirahatan pejabat pemerintah kolonial Hindia Belanda. Baru di tahun 1950, bangunan ini diresmikan sebagai Istana Kepresidenan Indonesia.
Demikianlah bangunan-bangunan arsitektur terbaik di Indonesia yang memiliki nilai arsitektur yang tinggi. Sebagian dibangun oleh orang-orang asli Indonesia, seperti Frederich Silaban. Selain memiliki bentuk yang indah, arsitektur di Indonesia juga memiliki nilai budaya yang sangat kuat.
