YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Semakin melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS saat ini berpotensi mengancam sektor UMKM. Khususnya UMKM berbahan baku import perlu mendapatkan perhatian.
Respons serius itu muncul dari Komisi B DPRD Kota Yogyakarta yang menginginkan adanya langkah – langkah taktis Pemkot Yogyakarta dalam menjaga kelangsungan UMKM berbahan import.
“Tentu yang terdampak secara langsung itu kan (UMKM) yang bahan bakunya masih import,” ujar Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, M Sofyan, Selasa (15/6/2026).
Baca Juga : Perputaran Uang di Sleman Diperkirakan Mencapai 1 Triliun Rupiah Selama Libur Sekolah
Sofyan menyontohkan UMKM seperti pengrajin tahu, tempe masih menggantungkan bahan bakunya melalui import. Karena itu sebagai langkah antisipasinya diperlukan inteversi kebijakan.
“Ini rumusan yang menjadi diskusi di internal Komisi B. Intinya antisipasinya, kedepan ada langkah – langkah intevensi kebijakan terkait pengadaan bahan bahan import ya, itu langkah strategisnya,” tegas Sofyan.
Politisi PAN itu mengungkapkan rumusan diatas akan segera dibahas dan dikoordinasikan dengan mitra komisinya, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian.
Pandangan Sofyan langsung menunjuk pentingnya keberpihakan anggaran untuk menjaga kelangsungan UMKM. Langkah terdekat yang paling memungkinkan melalui APBD Perubahan 2026.
“Ya, perlu intervensi kebijakan, pasti di APBD Perubahan 2026 kalau itu memang dianggap sudah sangat mendesak pasti akan menjadi prioritas,” katanya.
Sementara itu kaitan dengan dampak terhadap kunjungan wisatawan, Sofyan justru memandang positif. Menurutnya, melemahnya nilai rupiah justru akan membawa para wisatawan asing berdatangan di kota kota wisata, termasuk Kota Yogyakarta.
“Maka mereka pasti akan berbondong bondong datang. Positifnya itu, kami menjaring sebuah peluang, kalau kita tidak bisa memanfaatkan ya kita tidak mendapat apa apa” ucapnya.
Sofyan mengungkapkan situasi tersebut membuka peluang untuk meningkatkan PAD. Maka diperlukan juga langkah langkah taktis, baik itu penguatan promosi wisata yang diperbanyak maupun mengadakan festival – festival guna menarik kunjungan wisatawan semakin banyak.
“Kemudian justru akan kita dorong wisatawan untuk menambah lama tinggal di Kota Yogyakarta. Sehingga membuka kesempatan bagi UMKM berjualan, karena pasti para wisatawan asing akan berbelanja dari biasanya, katena lebih murah,” bebernya.
Diketahui hingga Selasa (15/6/2026) nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menembus di kisaran Rp 17.700 – 17.855. (age)
