HarianBernas.com – Sahabat Dahsyat, saya lahir dari keluarga sederhana di sebuah rumah sakit di Jakarta pada tahun 1991. Kehidupan saya dari bayi sudah dimulai dengan banyak sekali rintangan dimulai dari harus keluar masuk ruang operasi dan semua terus berlanjut sampai akhirnya saya mulai sekolah di sekolah swasta mulai TK sampai SD.
Banyak yang bertanya dengan kondisi saya seperti ini kenapa sekolah di sekolah swasta dan bukan di sekolah luar biasa atau SLB? Saya hanya menjawab ringan ?saya hanya keterbatasan fisik bukan mental, saya memang tidak bisa jalan tetapi otak saya dapat berpikir dan saya hidup seperti orang normal pada umumnya, jadi untuk apa saya sekolah di SLB?? Pertanyaan itu pun terus-menerus datang dan saya selalu menjawab dengan jawaban yang sama.
Masa sekolah saya lewati dengan cukup berat, ketika saya TK saya dapat diterima dengan baik oleh guru dan teman-teman sebaya dan kami dapat bermain bersama seperti anak-anak lainnya. Kemudian beranjak SD pun masih seperti anak-anak lainnya belajar dan bermain seperti biasa. Kondisi lingkungan yang cukup berat dimulai saat kelas 3 SD ketika teman-teman saya mencemooh atau dalam bahasa masa kini mem-bully saya dengan kata-kata yang sangat kasar untuk anak seusia itu. Tetapi, walaupun dengan kondisi itu saya tidak patah semangat untuk terus melanjutkan pendidikan sampai naik kelas berikutnya dan kondisi yang sama pun saya dapatkan. Walaupun memang ada yang begitu baik terhadap saya, inilah kehidupan kadang ada pro, kadang ada yang kontra.
Di saat saya menjalani pendidikan, pada tahun 1997 saya bersama teman-teman sebaya saat itu dan dengan kondisi medis yang sama berangkat menuju Australia untuk medical check up bersama. Ketika itu profesor di sana menemukan kondisi medis saya dengan fungsi ginjal yang hanya satu yang berfungsi normal. Setelah semua proses itu saya lalui saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa saya masih bisa diberikan kehidupan yang baik dan saya dapat melanjutkan pendidikan.
Salah satu momen yang tidak dapat saya lupakan selain masa sekolah yang berat adalah pada tahun 2000 kedua orang tua saya memutuskan untuk berpisah dikarenakan ketidakcocokan diantara keduanya. Pada saat itu saya tidak mengetahui apa yang terjadi karena usia yang masih kecil. Yang saya tahu setiap hari terjadi perbedaan pendapat dan perbedaan pendapat itulah yang menyebabkan akhirnya mereka harus berpisah. Saya dihadapkan pilihan yang sulit harus ikut Ibu atau Ayah. Yang terlintas di pikiran saya saat itu, saya ingin ikut Ibu dan akhirnya saya memutuskan untuk ikut dengan Ibu hingga saat ini.
Selanjutnya karena lingkungan sekolah pada saat SMP yang membuat saya tidak nyaman, akhirnya saya memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah formal dan beralih ke homeschooling. Karena saat itu banyak orang menggunakan jasa tersebut dan alasan lingkungan yang kurang nyaman. Di saat bersamaan saya mulai membantu usaha katering Ibu untuk pesta pernikahan dalam hal membantu mengontrol operasional di tempat acara.
Ya, di usia saya yang kurang lebih 15 tahun, mungkin terlalu dini untuk seorang anak bisa membantu usaha orang tua. Karena seharusnya pada umur tersebut digunakan untuk menjalani pendidikan sekolah. Tapi saya mulai bekerja membantu usaha Ibu sambil menjalani homeschooling di rumah sampai selesai setara SMA.
Tahun demi tahun saya lewati sambil terus bekerja membantu membangun bisnis Ibu. Sampai akhirnya di tahun 2008 saya menemukan sebuah passion baru, menjadi seorang MC (master of ceremony). Pada saat itu saya mengikuti sebuah program sekolah MC di sebuah sekolah MC milik presenter TV ternama Indonesia, Tantowi Yahya. Di sanalah akhirnya saya bertemu orang-orang hebat yang memberikan ilmu yang luar biasa kepada saya termasuk Pak Tantowi Yahya sendiri. Setelah saya menjalani beberapa bulan program tersebut akhirnya saya lulus menjadi seorang MC dan tepat setelah saya lulus saya mendirikan bisnis saya sendiri yang bergerak di dunia entertainment wedding and wedding organizer.
Bisnis ini saya dirikan dengan modal pendidikan MC dan pengalaman meng-organize wedding client yang saya dapatkan sebelumnya. Saya pun mendapat respon yang sangat memuaska dan usaha saya dalam beberapa bulan berkembang pesat. Saya ingin membuktikan bahwa dengan keadaan yang tidak seperti orang normal lainnya, dengan rasa kepercayaan diri yang tinggi serta MINDSET yang terus positif akan menghasilkan jiwa dan pikiran yang positif pula.
Saya sangat beruntung MINDSET ini terus bertumbuh saat saya bertemu dengan seorang motivat dan beliau dijuluki Indonesia's Favorite Trainer, Mr James Gwee yang sangat saya kagumi. Beliau banyak sekali memberikan inspirasi khususnya perkembangan semua bisnis saya sehingga ketika beliau mengadakan seminar setiap bulannya selalu saya ikuti selama 2 tahun berturut-turut dan hingga saat ini Mr James Gwee lah yang selalu memberikan support, semangat hidup dan motivasi baik dari segi bisnis ataupun kehidupan selain tentunya motivator lain seperti Pak Andrie Wongso, Merry Riana, Yeheskiel Zebua, Pak Timoteus Talip, Pak Khrisnamurti dan motivator lainnya yang sangat saya kenal secara pribadi maupun tidak.
Di saat saya menapaki bisnis step by step dan berjuang sendiri, saya menemukan seorang wanita yang menerima saya apa adanya dan saya pun melabuhkan hati pada wanita tersebut yang kemudian menjadi istri saya hingga saat ini. Saya sangat bahagia karena dia juga ikut membantu membangun bisnis ini sampai sekarang.
Titik terpuruk saya terjadi pada tahun 2015 dimana pada hari ketiga Imlek di bulan Februari saya harus dirawat di rumah sakit karena badan saya dipenuhi air sehingga menyebabkan paru-paru saya terendam dan jantung saya bengkak. Karena itu, keesokan harinya saya langsung tidak sadarkan diri selama tujuh jam dan saya pun bangun dari koma dan sudah di ruang ICCU dengan peralatan lengkap. Saya dirawat selama dua minggu di RS tersebut dan pada saat kembali ke rumah istri saya menemukan sebuah luka yang disebabkan oleh perawatan saya di ICCU karena saya tidak bisa bergerak dan dipenuhi oleh alat medis.
Saya kembali harus dirawat di rumah sakit untuk menyembuhkan luka tersebut dengan operasi selama dua minggu. Proses penyembuhan berlangsung satu tahun lamanya. Saat ini kondisi sudah seperti semula berkat operasi yang saya lakukan bulan lalu. Ya, itulah saat terpuruk saya sehingga praktis selama satu tahun penuh saya tidak dapat beraktifitas kemana saja, yang saya lakukan hanya berbaring selama pemulihan dan beruntungnya saya dikelilingi oleh keluarga terutama Ibu dan istri yang terus men-support dan terus membuat saya menjadi BANGKIT DARI KETERPURUKAN.
Saat ini saya mulai menjalani kehidupan seperti biasa, menjalani bisnis seperti biasa dan berusaha BANGKIT DARI KETERPURUKAN dengan pikiran yang POSITIF, tindakan POSITIF dan lingkungan yang POSITIF juga.
?When you are better, stronger and more competent, problems seem to get smaller and life seems to get easier. So build yourself!? James Gwee
?Is there a secret to success? Yes! = DO WHAT YOU LOVE LOVE WHAT YOU DO. That is one of the greatest rules of happiness in life!? James Gwee
?Sikap POSITIF, Tindakan POSITIF, Pikiran POSITIF sangat diperlukan disaat kita terpuruk untuk memBANGKITkan kita? Joy Hero Chandra
Point yang ingin saya bagikan disini:
-
Setiap manusia adalah manusia unggul yang diciptakan oleh Tuhan.Tuhan menciptakan manusia dengan kemampuannya masing-masing. Sesuai lagu Andy Lau berjudul Everyone Is Number One. Sangat tepat sekali bahwa siapapun kita adalah manusia nomor satu atau unggul dengan kondisi apapun.
-
Sikap POSITIF, Tindakan POSITIF, Pikiran POSITIF sangat diperlukan disaat kita terpuruk untuk memBANGKITkan kita, yakinlah bahwa Tuhan tidak akan memberikan keterpurukan/masalah yang lebih dari kemampuan manusia itu sendiri.
-
Saya jadi teringat motto dari Pak Andrie Wongso (Motivator No 1 Indonesia) yaitu Success Is My Right (sukses adalah hak saya), ungkapan ini adalah benar adanya karena setiap manusia SANGAT BERHAK untuk sukses di segala bidang dan setiap manusia diberikan kemampuan masing-masing. Tinggal bagaimana kita sebagai manusia mampu untuk menemukan dan menggunakan kemampuan itu.
-
Tataplah masa depan dengan positif maka ketika masa itu datang Anda tidak akan takut menghadapi segala rintangan.
-
Setiap manusia pasti memiliki tujuan di kehidupannya masing-masing. Fokuslah dengan tujuan tersebut dan yakinlah bahwa Anda akan menang dalam meraih tujuan hidup Anda.
Keep Positive and Be a Number ONE
Joy Hero Chandra
The Spirit Motivator. Untuk mengundang penulis dalam memberikan motivasi dan training silahkan Email: thespiritmotivator@yahoo.com
