SLEMAN, HarianBernas.com– Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sleman, Yogyakarta memetakan beberapa jalur mudik yang kemungkinan rawan kemacetan dan kecelakaan, Minggu (19/6).
“Kawasan-kawasan rawan akan dilakukan pengendalian dan pengawasan secara intensif,” terang Kepala Bidang Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika, Sleman Sulton Fathoni di Sleman.
Dalam pemetaan ada empat titik arus lalu lintas rawan kecelakan, meliputi Jalan Magelang, Jalan Wates Gamping, Jalan Lingkar Utara, dan Jalan Solo. Keempatnya merupakan jalan nasional yang menjadi jalur utama dari arah barat dan timur dan akan dipadati kendaraan.
Selain titik rawan kecelakaan, pihaknya akan memetakan kawasan rawan kemacetan saat menjelang Lebaran. Terdapat 10 titik kawasan rawan macet, yaitu Jalan Kaliurang simpang empat Condong Catur, Jalan Solo depan Ambarukmo Plaza, simpang empat Kentungan, simpang empat Monumen Jogja Kembali, Jalan Magelang, Jalan Wates pasar tumpah Mlati, pasar tumpah Gamping, dan Candi Prambanan, imbuh Sulton akan memberi perhatian khusus pada kesepuluh titik tadi.
Untuk mengatasi kemacetan sejumlah titik, disediakan jalur alternatif, tapi tidak semua titik mempunyai jalur alternatif bila ada kemacetan, misal beberapa jalur dalam kota tidak memiliki jalur alternatif seperti di kawasan jalan lingkar/ringroad.
Arus lalu lintas dari arah Magelang dan Muntilan menuju Yogyakarta, bila kemacetan terjadi, akan disiapkan jalur alternatif meliputi Balangan, Moyudan, Tempel, dan Jalan Wates. Bisa juga melalui Tempel menuju ke Turi, Pakem, dan Cangkringan.
Untuk dari arah Solo menuju Yogyakarta, bila terjadi kemacetan, pemudik bisa melewati jalur alternatif melalui Cangkringan, Pakem, Turi, dan Tempel atau bisa mengarah ke arah selatan melalui Piyungan dan Jalan Wonosari, jelas Sulton.
