KULON PROGO, HarianBernas.com – Bencana tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang terjadi di 45 titik pada 11 kecamatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta karena hujan deras, Minggu (19/6).
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kulon Progo menentukan titik-titik bencana itu.
Untuk bencana banjir, ada 24 titik, di antaranya:
- Luapan sungai di Wates menyebabkan pemukiman penduduk tergenang air.
- Luapan sungai di Wates menyebabkan pemukiman penduduk tergenang air.
- Tanggul Sungai Seling, Kecamatan Temon, jebol yang menyebabkan air masuk ke pemukiman penduduk.
- Luapan sungai Haisero menyebabkan pemukiman sepanjang jalan Panjatan-Lendah tergenangi air, khususnya Krembangan I.
- Luapan sungai di Wates menyebabkan pemukiman penduduk tergenang air.
- Luapan Sungai Kalipapah menyebabkan perumahan di Margosari tergenang air.
- Luapan air Sungai Nagung masuk ke pemukiman (70 cm), di wilayah Tanggul sungai Seling jebol, air masuk ke pemukiman penduduk Gotakan II Panjatan.
- Luapan air Sungai Haisero menyebabkan Polsek dan Koramol Panjatan terendam banjir.
- Luapan air Sungai Serang masuk ke pemukiman dan perkantoran (50 cm) menerjanh Desa Bendungan Wates.
- Jalan Nagung-Srandakan, luapan Sungai Haisero menggenangi jalan raya lalu lintas tertutup genangan banjir setinggi 75 cm sepanjang 500 meter.
- Jalan Kertodiningrat UNY, luapan selokan masuk ke permukiman 10. Tawangsari Pengasih, luapan selokan masuk ke permukiman dan menggenangi permukiman penduduk setinggi 100 cm.
- Luapan air selokan menggenangi kantor Kantor Dinas Pendidikan, evakuasi peralatan kantor pembersihan material banjir telah dilaksanakan.
- Banjir di kantor Puskesmas Samigaluh II.
- Luapan selokan menggenangi ruas jalan Tambak-Karangsari
- Luapan selokan menggenangi ruas jalan Gadingan Wates, masuk pemukiman penduduk
- Bonosoro Gulurejo Lendah, banjir ke pemukiman, tanggul sungai longsor.
- Jalan Kertodiningrat UNY, luapan selokan melanda permukiman.
- Jembatan darurat Sarigono, Samigaluh. Jembatan darurat rusak diterjang banjir menutup akses lalu lintas jalan.
- Puskesmas Samigaluh II, banjir menggenang kantor Puskesmas Samigaluh II, pembersihan mandiri Operasional Puskesmas Samigaluh II tidak bisa dilaksanakan.
Untuk bencana tanah longsor, ada 8 titik, di antaranya yaitu:
- Separang Pagerharjo Samigaluh, tanah longsor memutus jalan kabupaten ruas Separang-Pagerharjo
- Watubelah dan Gondangan, Sidomulyo Pengasih, tanah longsor memutus akses jalan kampung Asesmen.
- Penggung RT, Purwosari, hujan deras mengakibatkan tanah longsor menerjang rumah Suraminem.
- Tanah longsor di pedukuhan Sinogort, Desa Pagerharjo, Samigaluh melanda rumah Suradal.
- Dusun Separan, Sinogo, Ngemplak dan Ponowetan, Desa Pagerharjo, longsoran kecil menyebar di sekitar kampung
- Madigondo, Samigaluh, tanah longsor di jalan kabuparten.
- Menggermalang, Pagerharjo, tanah longsor menimpa rumah Suwarjo.
- Sarangan, Kebonharjo, tanah longsor menerjang jalan Balai Desa Pagerharjo, dan-SD Bendo.
- Ngaglik, Purwosari, tanah longsor mengenai rumah Andi Nurcahyo.
Untuk bencana pohon tumbang terjadi di tiga titik:
- Karangnongko, Wates, pohon waru roboh menutup jalan raya Karangnongko-Giripeni.
- Kalibiru dan Clapar, Kokap, pohon roboh memutus akses jalan.
- Dlingseng, Desa Banjaroya.
Kondisi banjir telah surut dan ruas jalan yang terkena tanah longsor sudah dapat dilewati. Penanganan bencana ini bisa cepat karena gotong royong masyarat, tim relawan, Tagana, TRC, kepolisian dan TNI, terang Kepala BPBD Kulon Progo, Gusdi Hartono.
