BANDUNG, HarianBernas.com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bangsa ini masih memerlukan jutaan wirausaha baru untuk mencapai dua hingga lima persen dari seluruh populasi penduduk Indonesia, Senin(23/5).
“Kita masih perlu 1,7 juta sampai 1,8 juta, bahkan butuh 5,8 juta pengusaha kalau ingin ke empat persen,? kata Presiden Jokowi dalam acara Jambore Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi se-ASEAN yang diselenggarakan di Telkom University Convention Hall Bandung, Senin.
Rata-rata di negara Asean, jumlah pengusahanya sudah mencapai 4 persen dari keseluruhan jumlah penduduk. Jumlah pengusaha di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan jumlah pengusaha di negara ASEAN yang lain.
Jumlah wirausaha di Indonesia hanya sekitar 1,6 persen. Singapura saja sudah mencapai tujuh persen jumlah penduduk. Malaysia tercatat enam persen. Thailand sudah mencapai lima persen, bahkan Vietnam sudah sampai tiga persen.
Jokowi Berbagi Kiat Tangguh Memulai Usaha
Dalam Jambore Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Perguruan Tinggi se-ASEAN, Presiden Joko Widodo juga membeberkan kiat agar tangguh saat memulai usaha .
Presiden Jokowi menuturkan bila ingin menjadi pengusaha, jangan berpikir dulu, tapi sebaiknya langsung terjun.
“Jangan mikir dulu. Terjuni dulu, baru kalau ada persoalan di lapangan selesaikan. Kalau tidak menyelesaikan, ya, pasti jatuh. Kalau sudah jatuh, ya, bangkit lagi. Harus seperti itu,” katanya.
Jokowi juga menegaskan modal semangat saja tidak cukup. Anak muda itu semangatnya begitu tinggi, tapi sangat sulit untuk bangun kembali saat kegagalan menghampiri. Seseorang pengusaha juga harus mengerti bahwa saat ini, dunia berkembang dengan begitu cepat.
Mantan Gubernur Jakarta ini mengajak anak muda agar tak mudah menyerah, tetapi bangkit dan bangkit lagi saat gagal. Ia juga berpesan kepada calon wirausaha muda agar fokus pada satu bidang yang ditekuni jika ingin berwirausaha. Jika perlu, sub fokus dan superfokus. Kalau gagal di sebuah usaha, jangan buru-buru berganti usaha. Tekunilah apa yang sudah ditekuni.
“Kalau ingin sukses masuk ke dunia usaha fokuslah pada bidang yang ingin digelui Syukur bisa subfokus, syukur bisa superfokus. Dengan begitu masalah semakin kelihatan dan gampang diatasi,” katanya.
