Bantul, HarianBernas.com– Mayoritas depot isi ulang air minum di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta tak kantongi sertifikat layak sehat dari Dinas Kesehatan,Kamis (19/5).
“Dari sekitar 200 depot isi ulang air minum di Bantul, hanya satu depot yang telah mengantongi sertifikat layak sehat, yang lainnya belum,” terang Kasi Penyehatan Lingkungan dan Kesehatan Matra Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Yanatun Yunadiana di Bantul, Kamis.
Sertifikat layak sehat dari Dinkes dibutuhkan untuk menjamin produk air minum isi ulang yang dijual ke masyarakat itu layak dikonsumsi. Sertifikat ini hanya dikeluarkan Dinas Kesehatan setelah ada permohonan, lalu dilaksanakan proses pengecekan kualitas air.
Meski hampir seluruh depot isi ulang air minum di Bantul tak bersertifikasi, kualitas air minum yang diproduksi bukan berarti tidak memenuhi syarat konsumsi. Mereka hanya tidak mengajukan permohonan ke Dinas Kesehatan, imbuh Yanatun.
“Sebetulnya, mereka (depot isi ulang air minum) banyak yang layak sehat dan bisa dikeluarkan sertifikat, hanya tidak mengajukan. Satu depot isi ulang yang bersertifikasi itu, berada di wilayah Banguntapan,” terangnya.
Dinas Kesehatan Bantul tidak mengetahui alasan pasti tentang banyaknya depot isi ulang air minum yang tak mengajukan sertifikasi, meskipun proses mendapatkan sertifikat layak sehat bukanlah perkara yang sulit jika ada kemauan dari pemilik depot.
Untuk mengurus sertifikat layak sehat, pemilik depot ikut pelatihan terlebih dahulu tentang kesehatan produk air minum dari Dinas Kesehatan. Selanjutnya, pemilik depot membuat permohonan sertifikat layak sehat dengan lampiran sertifikat pelatihan.
Setelah itu, petugas Dinas Kesehatan akan memeriksa ke depot issi ulang air minum untuk mengecek kondisi sanitasinya, kebersihannya, peralatannya, proses pengolahan air minum dan lainnya. Kalau memenuhi syarat, Dinas Kesehatan akan keluarkan sertifikat layak sehat itu, terang Yanatun.
Yanatun mengimbau para pemilik depot untuk segera mengurus sertifikat layak sehat apalagi sertifikat dapat menjadi alat promosi kepada konsumen agar membeli produk yang sehat karena sertifikat itu akan ditempel di depot pengisian ulang air minum.
Dinas Kesehatan Bantul setiap beberapa bulan sekali akan memeriksa kualitas air depot dari sekitar 200 depot. Dari lima persen depot yang diperiksa, memiliki kualias air tak layak konsumsi karena masih ditemukan bakteri e-coli. Tahun 2016 ini, Dinas Kesehatan juga telah melakukan pemeriksaan, tapi hasilnya belum keluar.
