BEIJING, HarianBernas.com – Keindahan kain batik tradisional karya Obin yang bernama lengkap Josephine Komara hadir dalam Pekan Asia di Hong Kong dari tanggal 25 Mei hingga 4 Juni 2016, Sabtu (28/5).
Dalam Pekan Asia Hong Kong 2016, Obin menggelar lokakarya dan keragaman batik karyanya dengan tema “The Rich Heritage of Indonesian Batik: The Story of a Cloth Time Traveller”. Pada Pekan Asia Hong Kong yang bertema “Art Talk and Cocktail”, owner label “Obin House” ini juga menampilkan kreasi kain batik Obin berupa gambar Kepulauan Indonesia diatas kain katun.
Selain itu, selendang batik Merah Putih, yang selalu dibawa Obin sebagai simbol rasa cinta kepada Indonesia.
“Batik sudah ada sejak ratusan tahun silam, batik mampu menantang zaman dan bertahan hingga kini. Batik tidak pernah mati. Batik bukan sekadar selembar kain,” terang Obin dalam.
Batik adalah identitas budaya, karya kreatif sebuah peradaban. Setiap batik memiliki cerita, sejarah, sendiri, bahkan batik karakter dari mana dia berasal,imbuh Obin.
“Batik Cirebon, tentu berbeda dengan batik Solo atau Yogyakarta. Masing-masing memiliki cerita, keunikan, dan kekhasan tersendiri. Kita tidak bisa bilang batik mana yang lebih bagus, karena masing-masing memiliki keunikan, keindahan serta karakter yang berbeda-beda,” tutur Obin.
Obin mengungkapkan bahwa para peserta antusias untuk mengetahui proses membatik. Mereka merasakan langsung bagaimana membatik. Mereka jadi tahu apa itu malam/lilin yang digunakan untuk membatik dalam lokakarya.
Konsul Jenderal RI Hong Kong, Chalief Akbar Tjandraningrat menuturkan lokakarya, serta pameran batik tersebut menjadi salah satu media untuk memperkenalkan budaya Indonesia yang beragam kepada masyarakat internasional, khususnya Hong Kong.
Selain itu, hubungan kedua bangsa dalam konteks hubungan antarmasyarakat, akan semakin erat antarkedua negara.
?Hubungan antarmasyarakat merupakan 'second track diplomacy',” tutur Chalief.
