JAKARTA, HarianBernas.com– Menteri Pariwisata Arief Yahya dijadwalkan meluncurkan CD “Keroncong Pariwisata Pesona Indonesia” dan pertunjukan musik keroncong di Plaza Barat Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu malam (28/5).
“Pertunjukan ini gratis, tanpa dipungut biaya,” kata Arief Yahya soal acara yang diselenggarakan bersama Ikatan Alumni ITB Angkatan 1980 dan HAMKRI (Himpunan Artis dan Musisi Keroncong RI) itu.
Menurut Arief, bentuk awal musik ini disebut moresco (sebuah tarian asal Spanyol, seperti polka agak lamban ritmenya).Akar keroncong berasal dari jenis musik fado dari Potugal yang diperkenalkan para pelaut dan budak kapal niaga Portugis itu sejak abad ke-16 ke Nusantara.
Dari daratan India (Goa), pertama kali musik keroncong masuk di Malaka, kemudian dimainkan di Maluku. Melemahnya pengaruh Portugis abad ke-17 di Nusantara, tidak menghilangkan musik keroncong.
Kusbini menyusun kembali salah satu dan kini dikenal dengan nama Kr. Moritsku, yang diiringi oleh alat musik dawai. Abad ke-19 bentuk musik campuran ini sudah populer di banyak tempat di Nusantara, bahkan sampai ke Semenanjung Malaya.
Masa keemasan ini berlanjut di tahun 1960-an, kemudian meredup akibat masuknya gelombang musik populer. Meski begitu, musik keroncong tetap dimainkan dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat.
Artis-artis keroncong ternama Mus Mulyadi, Mus Mujiono, Sundari Sukotjo, Endah Laras, dan Sruti Respati akan menyanyikan lagu-lagu keroncong pariwisata. Penampilan Putri Ayu, Armand Maulana, Maria Calista, Intan Soekotjo juga akan memeriahkan dan memberi warna lain musik keroncong di Keroncong Pariwisata. Musik akan diarahkan Oebiet dengan iringan musik dari Tabuhan Nusantara Ethnic Orchestra.
Di Jawa Tengah, ada banyak grup musik keroncong. Secara periodik berlatih dan tampil bersama, tapi musik keroncong memang kalah saing dengan budaya pop dan rock yang semakin global dan inklusif.
“Karena itu menampilkan seni keroncong, dengan penyanyi modern, itu pasti kombinasi yang seru,” ucap Arief Yahya.
Beberapa pimpinan daerah akan hadir di panggung, yaitu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.
