Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Tingkatkan Kualitas Hukum Digital, Tim Riset Doktoral Unbor Studi Komparasi Terkait Right to be Forgotten ke Spanyol

    June 4, 2026

    Dadan Ditangkap, Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo Sebut Momentum Presiden Bersihkan Pembantu Bermasalah

    June 4, 2026

    Kapolsek Gedongtengen Gelar Giat Koordinasi Penanganan Remaja Bermasalah Sosial di BPRSR Dinas Sosial DIY

    June 4, 2026

    Kirab Budaya di Malioboro Bakal Meriahkan Festival Tresna Pancasila 2026

    June 4, 2026

    HOFA Gallery Mempersembahkan Pameran Specimens of Time: The Glitched Sublime Karya Maja Petrić, yang Dibuka selama SXSW London 2026

    June 3, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Belanja Negara di DIY Capai Rp6,2 Triliun hingga Akhir April 2026

      June 2, 2026

      Dorong Tranformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

      May 24, 2026

      Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, Menkeu Purbaya Hadiri Jogja Financial Festival 2026

      May 22, 2026

      Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI

      May 19, 2026

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Nasional»Pancasila Harus Tetap Diandalkan Sebagai Pemersatu Bangsa
    Nasional

    Pancasila Harus Tetap Diandalkan Sebagai Pemersatu Bangsa

    Paulus Yesaya JatiBy Paulus Yesaya JatiMay 31, 2016No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    YOGYAKARTA, HarianBernas.com- Pancasila sebagai dasar negara harus tetap diandalkan sebagai alat pemersatu bangsa, tegas Ketua Tim Ahli Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada (PSP-UGM) Sutaryo, Senin(30/5).

    “Pancasila diambil dari sari pati bumi kepribadian bangsa Indonesia. Oleh karena itu, cocok untuk bangsa Indonesia,” kata Sutaryo dalam Kursus Pancasila di Balai Senat UGM Yogyakarta.

    Bung Karno menyatakan selain sebagai “weltanschauung” (dasar negara), Pancasila adalah alat pemersatu. Tahun 1958, Indonesia pernah dilanda konflik ideologi, yaitu ingin mengganti ideologi Pancasila sebagai dasar negara, serta adanya pemberontakan yang dibantu asing. Namun, kejadian pada 1958 membuktikan dengan jelas, yaitu dengan Pancasila, bangsa dan negara ini tetap utuh, kata Sutaryo merujuk peristiwa 1958.

    “Pancasila sebagai bintang penunjuk mencapai masyarakat adil dan makmur, spirit-material, dan spirit-spiritual,” kata Sutaryo.

    Semangat itu harus digelorakan kembali dalam Indonesia saat ini. Syarat untuk mencapai negara yang adil dan makmur adalah bangsa Indonesia harus bersatu di atas dasar Pancasila.

    Di sisi lain, menurut Muhammad Jazir, salah satu Tim Ahli UGM mengungkapkan sebagai alat pemersatu bangsa, Pancasila harus mampu diselaraskan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk aspek agama.

    Kehadiran Pancasila, justru mampu menjadi ruang pertautan antara hukum agama dan hukum negara. Keduanya tak perlu dipertentangkan selama masih berpedoman pada Pancasila, imbuh Jazir.

    “Pancasila adalah Islam yang diamalkan di Indonesia. Politik Islam di Indonesia adalah Pancasila,” kata Muhammad Jazir, berdasarkan ucapan Muhammad Nasir dalam salah satu pidatonya.

    Keselarasan antara agama dan negara tetap dapat terwujud apabila nilai-nilai Pancasila itu mampu diterapkan secara maksimal dalam konteks Indonesia saat ini. “Tinggal sekarang aplikasi penegakkannya bagaimana,” kata Jazir.

    Perguruan Tinggi Berperan Tangkal Komunisme

    Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menangkal komunisme di Indonesia, ucap peneliti Pusat Studi Pencasila Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sudjito,Senin (30/5).

    Menurut Sudjito, bibit-bibit komunisme masih ada di negeri ini. Secara empiris, komunis sebagai ideologi tak akan pernah mati, meski dilarang. Akan bangkit jika ada kondisi yang memungkinkan, katanya. Untuk itu, mahasiswa harus berpikir dan kritis sehingga tidak salah menafsirkan kebijakan pemerintah melarang ideologi komunis di Indonesia sehingga tidak akan terpengaruh oleh propaganda komunis.

    Saat ini, banyak mahasiswa yang sudah sibuk dengan urusannya sendiri sehingga enggan berpikir dan bersikap kritis apalagi dosen juga seringkali sibuk pada persoalannya sendiri. Kondisi inilah yang pakai oleh pihak-pihak yang ingin membangkitkan komunisme, misal diskusi ilmiah dan pemutaran film terkait komunis di kampus, terang Guru Besar Fakultas Hukum UGM.

    “Dalam konteks itu, Wakil Rektor III yang selalu berhubungan dengan mahasiswa memiliki peran penting mencegah penyebaran isu komunisme di kampus,” terang Sudjito di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Senin.

    Jika Wakil Rektor III tidak bersikap tegas, mahasiswa akan menjadi sasaran bagi oknum yang ingin membangkitkan komunisme, terang Sudjito pada diskusi “Mewaspadai Kebangkitan Komunisme”.

    Pengamat media, Iswandi Syahputra mengungkapkan pemerintah belum mempunyai aturan tegas sehingga isu komunisme liar di media, khususnya media sosial. Diskusi komunisme di media sosial ramai.

    “Oleh karena itu, masyarakat perlu mendapatkan literasi media. Masyarakat harus dibekali dengan literasi media agar dapat berpikir dan bersikap kritis,” terang mantan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) itu.

    Literasi media perlu dilakukan karena banyak orang yang tak memahami sejarah terkait dengan komunisme di Indonesia sehingga mereka asal saja menggunakan simbol-simbol terlarang,” kata Iswandi.

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Paulus Yesaya Jati

    Related Posts

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026

    Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

    April 13, 2026

    Era Yuldi, Imigrasi Raup PNBP Rp10,4 Triliun

    April 2, 2026

    3 Prajurit Gugur di Lebanon Disebut Layak Jadi Pahlawan Nasional

    April 1, 2026

    PELUK ERAT LINTAS GENERASI UII & PENGHORMATAN DOA UNTUK ALMARHUM SYAFARUDDIN ALWI

    March 30, 2026

    Semangat Tanpa Batas dalam Keterbatasan, Ibu Irma dan Jejak Pemberdayaan Disabilitas Melalui PNM Mekaar

    March 25, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    HOFA Gallery Mempersembahkan Pameran Specimens of Time: The Glitched Sublime Karya Maja Petrić, yang Dibuka selama SXSW London 2026

    June 3, 2026

    Riset Terbaru Menemukan AI Berkembang Lebih Cepat Daripada Kemampuan Adopsi Pelanggan

    June 3, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026

    Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

    April 13, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    Kapolsek Gedongtengen Gelar Giat Koordinasi Penanganan Remaja Bermasalah Sosial di BPRSR Dinas Sosial DIY

    June 4, 2026

    Kirab Budaya di Malioboro Bakal Meriahkan Festival Tresna Pancasila 2026

    June 4, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.