JAKARTA, HarianBernas.com – Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan massa aksi dari berbagai elemen masyarakat di kantor KPK berakhir ricuh. Awalnya, aksi unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB oleh sekelompok elemen dari Hidupkan Masyarakat Sejahtera (FMS) berlangsung secara tertib.
Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, usai kedatangan ratusan massa dari elemen lain seperti masyarakat luar batang Jakarta Utara, FBR, dan berbagai eleman, tiba-tiba massa mulai menerobos pintu masuk gedung KPK. Atas tindakan tersebut, pihak kepolisian pun tak tinggal diam, dan meminta agar massa akasi tertib.
Namun bukannnya menurut, massa aksi justru bertindak brutal dengan melempari polisi dengan sejumlah batu. Padahal di dalam gedung KPK, sejumlah perwakilan massa aksi seperti anak kandung mendiang Presiden Soekarno, Rahmawati Soekaro Putri, dan adik kandung mendiang Presiden Abdurahman Wahid (Gusdur) sedang melakukan audiensi dengan perwakilan dari pihak KPK.
Selain melempari polisi, secara ratusan massa aksi juga melempari semua orang yang berada di lobi gedung KPK serta bus Trans Jakarta yang melewati jalan di depan KPK, tak terkecuali dengan wartawan yang sehari-hari melakukan peliputan di lembaga anti rasuah tersebut.
Atas tindakan anarkis tersebut, pihak kepolisian pun memukul mundur massa, dengan menembakan gas air mata, serta menyemprotkan air dari mobil water cannon. Tak ayal, perang batu dan gas air mata antara kedua belah pihak pun berlangsung hingga sekitar 30 menit. Namun, setelah kedua belah pihak bernegoisasi, akhirnya sekiatar pukul 15.45 WIB, massa pun membubarkan diri.
