JAKARTA, HarianBernas.com– Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, kerjasama yang dilakukan KPK bersama KPK Hongkong, dilakukan khusus dalam rangka pencegahan kasus korupsi. Meskipun hanya kerjasama pencegahan, namun ada beberapa hal lain dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja KPK.
?? Di Korsel hanya pencegahan, tapi yang tidak kalah pentingnya, kita ingin seperti peningkatan kemampuan SDM, membangun sistem yang lebih baik, karena mereka (KPK Hongkong) seperti LHKPN jalan,?? terang Agus, di sela-sela upacara peringatan ??Hari Kebangkitan Nasional?? di halaman parkir kantor KPK Jakarta, Jumat(20/5/16).
Selain bekerjsama dengan Korsel, untuk meningkatan kualitas, KPK juga telah melakukan kerjasama dengan negara – negara lain seperti Hongkong dan Malaysia.??Sebentar lagi Arab, ingin kerjasama,?? jelasnya.
Terkait isu yang beredar pihaknya berangkat bersama Presiden Jokowi, Agus langsung membantahnya.?? Nggak lah. Jadi kita ke sana gak dijemput kedutaan. Kita sendiri, kan value nya KPK banget,?? paparnya.
Kendati membantah berangkat bersama rombongan presiden yang kebetulan tengah melakukan kunjunga ke Korsel, Agus tak membantah bertemu dengan Presiden pada saat penandatangan naskah kerjasama, sebab selain KPK, beberapa kementerian lain seperti Kementerian Maritim, Agraria, juga melakukan kerjasama dengan Korsel.
?? Saya hanya ikut dalam penandatangan itu dan makan malam. Habis itu, kita gak pernah ikut.
Untuk diketahui, sebelumnya Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak mengatakan, dua komisioner KPK tengah melakukakn kunjungan ke Korsel dalam rangka melakukan penandatangan kerjasama antara KPK dan MCRC (KPK Korsel).
“Pemberitaan terkait kunjungan Ketua KPK ke Korea, jadi saya tegaskan memang ada kunjungan kerja oleh Ketua KPK mulai 16 -20 Mei dalam rangka pendandatangan kerja sama antara KPK dengan MCRC (KPK) Korea. Kerja sama sudah sejak 2006,” kata Yuyuk di Jakarta Rabu (18/6/16).
Dalam kunjungan kerja yang diikuti Ketua KPK Agus Rahardjo bersama Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, terdapat beberapa kerjasama antara keduanya, diantaranya berbagai hal untuk perbaikan kinerja.
“Beberapa hal yang kita kerjakan terutama soal perbaikan kapasitas SDM, IT, dan informasi lain juga tentang best practice di sana, apakah mungkin dikembangkan di KPK,” jelas Yuyuk.
Di lain pihak, terkait kunjungan kerja tersebut, KPK membantah kunjungan kerja lembaganya dibiayai pihak istana meskipun mengakui sempat bertemu Presiden Joko Widodo.
“Tidak ada kaitannya dengan Presiden, pimpinan KPK menggunakan pesawat komersil. Tidak ikut rombongan Presiden. Bertemu di Korea memang benar, karena penandatanganan dilakukan di Istana Korea, dan disaksikan Presiden Joko Widodo,” tegasnya.
