YOGYAKARTA, HarianBernas.com– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan meminta pengajaran nilai-nilai Pancasila di sekolah dilaksanakan sebagai kebiasaan, tak sekadar pengetahuan yang belum pasti diimplementasikan siswa dalam kesehariannya,Senin (31/5).
“Kami meminta pengajaran Pancasila bukan sekadar sebagai pengetahuan, tapi sebagai kebiasaan,” kata Anies Baswedan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Dulu kita pernah diajarakan tentang Pancasila selama 26 jam, tapi hanya sebagai pengetahuan sehingga Pancasila sekadar diketahui, tapi tidak dijalankan. Konsep pembiasaan nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kegiatan piket kebersihan di sekolah, terang Anies.
“Melalui piket, anak bisa berlatih bergotong royong, bukan sebagai pengetahuan, tapi sebagai kebiasaan,” kata Anies.
Mendikbud juga mencontohkan dalam mengajarkan nilai kejujuran. Tentu tak efektif, jika hanya diajarkan hanya sebagai pengetahuan, tapi harus melalui proses pembiasaan.
Strategi pembiasaan nilai Pancasila itu tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015, yaitu mengamanatkan penumbuhan budi pekerti berbasis nilai Pancasila sebagai kebiasaan.
Untuk itu, Anies menekankan agar Pancasila dapat diartikan sebagai nilai individual ataupun kolektif, serta sebagai kebiasaan, bukan sekadar pengetahuan saat momentum menyambut kelahiran Pancasila, 1 Juni nanti.
“Bayangkan, kita belajar shalat dan wudhu, tentu tak hanya dipraktekkan di kelas, tapi diajak shalat bersama-sama, lalu dilaksanakan rutin lima waktu sehari sehingga anak terbiasa shalat. Demikian juga Pancasila,” Anies mencontohkan.
