JAKARTA, HarianBernas.com– Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan akan menunggu hasil rekomendasi dari penyelenggaraan simposium nasional antikomunisme “Mengamankan Pancasila Dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain”, Kamis (2/6).
“Penyelenggaraannya bagus dan tidak ada masalah di sana. Kita tunggu juga rekomendasinya,” ucap Menteri Luhut di gedung Pusdiklat BPK-RI di Jakarta, Kamis pagi.
Menteri Luhut dengan tegas membantah pernyataan tentang adanya tudingan salah satu peserta simposium, yaitu Partai Komunis Indonesia (PKI) telah bangkit dan menyusun kekuatan di Indonesia. Kemenpolhukam juga menegaskan tak pernah menerima laporan adanya pergerakan, baik organisasi ataupun perseorangan dari PKI.
“Kita tak terima laporan apa pun. Kita kan punya 'mata dan telinga' di mana-mana. Tidak ada laporan,” tegas Menteri Luhut.
Menurut Menteri Luhut, sekarang belum ada rekomendasi karena hari ini terakhir penyelenggaraan. Ia memperkirakan mungkin seminggu lagi baru keluar rekomendasi. Simposium ini digelar di gedung Balai Kartini Jakarta. Simposium ini menjadi acara tandingan untuk simposium 65 (yang dianggap memfasilitasi kembali paham komunisme di Indonesia) diadakan Hotel Arya Duta.
Simposium nasional antikomunisme melibatkan organisasi massa FKPPI, Pemuda Pancasila, GP Ansor, FPI, HMPI, HMI, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, GPII, Pemuda Panca Marga, serta beberapa saksi sejarah yang terlibat atau mengetahui peristiwa PKI.
Rencananya, sejumlah ormas ini akan menggelar apel akbar di sekitar Istana Negara untuk memberikan pesan antikomunisme pada hari Jumat, 3 Juni 2016.
