HarianBernas.com – Walaupun tren telpon pintar dengan layar lebih lebar jauh tambah baik atau lebih puas, namun tahukah Anda? Sekitar 30 juta orang membeli IPhone berlayar 4 inci pada tahun 2015, jumlah tersebut tak beda jauh dari gabungan penjualan Samsung Galaxy S6 dan S6 edge.
Kini pasar tampaknya menuntut ponsel pintar dengan yang lebih kecil, tapi dengan spesifikasinya gahar. Tidak banyak yang main di celah ini, terdaftar cuma beberapa vendor saja yang tetap.
Misalnya Sony dengan seri Xperia Compact-nya, tapi tahun ini pasar tersebut makin menggiurkan berkat hadirnya IPhone SE. Tetapi mengapa baru sekarang ini? Sesudah absen 3 tahun sejak IPhone 5s diluncurkan pada tahun 2013.
Telpon Pintar juga merupakan produk elektronik, yang didesain buat dipasarkan sebanyak-banyaknya. Sebagian besar para pembuat ponsel pintar main aman, tetapi alih-alih menghindari efek ini, mereka justru dapat terjebak disituasi yang tak menguntungkan.
Misalnya Apple, yang menorehkan hal baru di awal 2016. Untuk pertama kalinya sejak tahun 2003 dulu, penjualan IPhone menurun 16%. Pada kuartal pertama 2015 Apple sukses jual IPhone banyaknya 61,2 juta satuan, sementara Pada kuartal pertama 2016 analis memperkirakan IPhone cuma terjual 51 juta satuan.
Customer benar-benar senantiasa menuntut inovasi, Samsung Galaxy S6 yakni gebrakan yang fantastis yang merupakan Galaxy S5.
Namun Samsung kembali sukses memukau para penikmat gadget dengan Galaxy S7, walau mengusung design identik namun dengan cara total punyai peningkatan yang amat signifikan di bermacam macam faktor. Tantangannya yaitu mampukah Samsung melampaui rekor yang dicapai kala ini kepada flagship berikutnya.
Siapa yang Berani Jadi Pelopor?
Terkadang sang pelopor kalah terkenal, misalnya HTC yang bertaruh rilis ponsel canggih dengan paduan bodi metal dan kaca. Sesudah terbukti customer menyukainya, barulah berbondong-bondong Apple, Samsung dan pembuat yang lain rilis handphone pintar bersama paduan metal dan kaca.
Pada titik ini, seperti yang kita ketahui persaingan ponsel canggih disegmen atas sedemikian sengit. Demikian juga dengan segmen menengah ke bawah, sangat banyak pilihan. Para pembuat mesti berani membawa langkah baru, bahkan kalau butuh menggeluti celah lama yang sudah ditinggalkan. Seperti yang dilakukan Apple, launcing IPhone SE dengan badan IPhone 5s daleman IPhone 6s.
Ponsel Canggih dengan Layar Kecil Kembali Diminati?
Saat pertama muncul, Android tetap mencari celah dalam dominasi IOS yang demikian kuat dengan ekosistemnya. Waktu itu IPhone cuma sediakan ukuran layar 3,5 inci hingga 4 inci saja, nyata-nyatanya pembeli membutuhkan telpon pintar dengan layar lebih akbar.
Ukuran layar jadi senjata ampuh dalam menggerogoti pangsa pasar yang dikuasai oleh Apple, sampai kini Android jadi OS paling banyak difungsikan di seluruh dunia. Dikarenakan handphone pintar Android memiliki banyak pilihan, layar yang lebih gede dan harga yang lebih murah.
Bermacam ponsel pintar flagship Android populer biasanya mengusung layar lebih dari 5 inci. Bahkan Apple turut bergabung launcing IPhone 6 dengan layar 4,7 inci dan IPhone 6 Plus 5,5 inci.
Masalahnya yaitu pembuat mobile phone bertindak seakan-akan tak sanggup lagi menciptakan piranti kecil dengan spek kelas atas. Satu-satunya pembuat yang tetap, hanya Sony seri Xperia Compact, berlayar 4,6 inci yang adalah telpon pintar flagship Android paling kecil.
Ponsel canggih kecil pastinya anggaran produksi yang dikeluarkan lebih murah. Apple cukup cerdas dengan memakai komponen yang tersisa buat produksi IPhone 6s, terutama bidang procesor untuk mentenagai IPhone SE.
Tak cuma produksinya lebih murah, namun piranti serta perfoma yang kuat lebih dari yang customer harapkan. Pastinya bisa dipasarkan dengan harga yang lebih menarik, Apple mematok IPhone SE version 16 GB seharga USD 399 atau Rp 5,2 jutaan. Sedangkan varian 64 GB dibanderol USD 499 atau seputar Rp 6,5 jutaan. Harga tersebut lebih murah dari telpon pintar flagship yang ada di pasaran kala ini.
Apa gagasan Apple?
Walau terlambat, IPhone SE mendapatkan momentumnya. Menjelma jadi salah satu handphone pintar kecil terkuat kala ini. Apple masih mempersembahkan IPhone SE yang merupakan telpon pintar premium, namun dengan harga mulai Rp5 jutaan benar-benar mempunyai pesona yang luar biasa.
Terutama di pasar Tiongkok, bahkan Apple menciptakan Xiaomi dan Huawei kelabakan. Telepon Selular baru berlayar 4 inci ini dilaporkan berhasil menembus sampai 3,4 juta pre-order, yang pastinya menggerogoti pasar vendor lokal.
Siap-siap Di Serang Handphone Pintar Android Mini!
Para produsen telepon selular Android tidak mungkin membiarkan Apple seenaknya membawa pangsa pasar mereka. Kabarnya Xiaomi, LG, dan Samsung telah bersiap-siap rilis telpon pintar mini mereka, Mi 5 Mini, G5 SE, dan Samsung Galaxy S7 Mini untuk menantang IPhone SE.
Mungkinkah ponsel canggih compact dengan perincian high-end jadi tren tahun ini? Mengingat lebih kecil bakal lebih murah tetapi masih dengan performa gahar. Namun bagaimanakah bersama nasib ponsel pintar flagship waktu ini, pastinya jadi dilemma yang besar.
