JOGJA, HarianBernas.com — Untuk menjadi pengusaha sukses, sebaiknya berdiri sendiri atau berkongsi?
Pertanyaan menggelitik ini mencuat di forum “Menjadi Pengusaha Tangguh” yang diselenggarakan DBBC (De Britto Business Community), di Yogyakarta, Sabtu (27/2). DBBC merupakan komunitas bisnis alumni SMA Kolese de Britto.
Hadir sebagai narasumber Gunawan Wibisono, alumnus 1986, CEO Sumber Inti Pangan. Atas pertanyaan yang diajukan moderator Hanung Sa, pemilik Mie Lethek Mendes, ini Gunawan menjawab, “Saya belajar dari mantan atasan saya, Anthony Salim. Beliau bilang, berkongsi dengan satu orang terlalu banyak.”
Gunawan menjelaskan, “Boleh saja berkongsi, asal partner kita memang mengisi kekurangan kita. Misalnya, kita kuat di finansial tapi tidak paham produksi. Boleh berkongsi.”
Dalam diskusi yang dihadiri 130 alumni ini, Gunawan berbagi banyak pengalaman dan wawasan sebagai pengusaha. Katanya, sebagai pengusaha harus siap jatuh dan siap miskin. Ibarat berlayar, ia mengumpamakan, sampai di daratan tujuan, “Bakar perahu. Supaya nggak bisa balik. Harus bisa hidup. Jadi pengusaha juga begitu. Jangan sampai begitu jatuh balik lagi kirim lamaran. Jual aset biasa.”
Dalam hal persaingan juga demikian. Gunawan bermetafora, “Singa harus bangun pagi supaya bisa bertahan hidup (dengan makan rusa). Rusa harus bangun lebih pagi dan berlari lebih kencang supaya bisa bertahan hidup.” Jadi, siapa pun harus berlari kencang sebagai pengusaha.
Setelah fase itu, pengusaha harus memenuhi syarat-syarat profesional, di antaranya bankable dan taat pajak. “Jangan takut pajak. Kalau takut berarti kalah sejak awal,” pesan pengusaha yang mengaku hapal dialog film Godfather ini.
