HarianBernas.com – Mengasyikkan, jika merawat hewan kesayangan seperti anjing atau kucing yang banyak diminati orang. Namun, memang hewan keturunan ras jauh lebih menarik dibandingkan lokal. Selain karena dari keturunan murni (stamboom), tubuh yang cantik, juga sebagai kebanggaan pemiliknya.
Tak sedikit khususnya warga Yogyakarta, sering mengajak hewan mereka untuk mengikuti kontes kecantikan, seperti golden retriever, alaskan malamute, siberian husky, dachshund, beagle, shih tzu, chihuahua, dan pomeranian. Tidak sedikit juga biaya yang dikeluarkan untuk menjamin kesehatannya. Berbeda dengan hewan lokal, seperti anjing atau kucing lokal yang banyak berkeliaran di sekitar kita.
Beberapa anjing atau kucing yang dilahirkan tidak memiliki rumah dan mereka akhirnya liar di jalanan. Kesehatan dan keselamatannya pun terancam. Sampai saat ini, masih banyak orang yang tega membuang, bahkan menganiaya hewan-hewan tersebut untuk dikonsumsi atau sengaja hanya dilukai, karena emosi semata.
Seorang relawan dari Animal Friends Jogja (AFJ), Yani mengaku prihatin dengan kondisi anjing atau kucing lokal tersebut. Sebelum tergabung dalam AFJ, ia sudah tergerak untuk menolong sendiri hewan terlantar. Rasa sayang dan iba melekat pada dirinya. Mereka memiliki hak yang sama untuk hidup.
?Saya sebelum di AFJ memang sudah suka menyelamatkan kucing di jalanan. Saya bawa pulang, saya rawat untuk disembuhkan. Sejak tahun 2010 kemudian saya bersama Nana yang juga memiliki misi yang sama untuk menyelamatkan hewan terlantar, seperti anjing dan kucing akhirnya kami membangun AFJ bersama teman-teman yang lain juga hingga sekarang. AFJ ini juga sudah berbadan hukum,? katanya kepada HarianBernas.com kemarin (2/3) siang.
Banyak anjing dan kucing berbagai jenis yang sudah ia selamatkan. Tidak hanya ditemukan di jalan, namun juga dari laporan klien yang menemukan hewan tersebut tidak diperlakukan semestinya.
Banyak temuan yang Yani dapatkan, diantaranya kucing yang tanpa sengaja ia jumpai dengan kondisi perut yang diikat dengan tali kenur dan saat itu membutuhkan penanganan khusus dari dokter karena gangguan pada perut dan ia juga mendapat laporan anjing yang menjadi bahan praktikum untuk diambil ususnya dan kemudian diserahkan ke penjagalan. Yani dan AFJ langsung bertindak dan akhirnya anjing itu selamat.
?Kita selain menemukan di jalan, juga mendapat telepon dari orang yang mengabarkan bahwa di daerahnya ada anjing atau kucing yang diperlakukan tidak wajar. Kita langsung mendatangi lokasi tersebut, seperti kasus anjing yang sebagai bahan praktik diambil ususnya lalu diserahkan ke penjagalan. Kita datangi, memberi edukasi apakah ingin memperbaiki, dirawat sebaik mungkin. Bisa memiliki seharusnya bisa merawat. Jika tidak bisa merawat dan sekarat, kami bawa ke AFJ untuk ditangani,? jelasnya.
Di AFJ terdapat berbagai jenis hewan terlantar dengan berbagai kasus. AFJ adalah organisasi yang bergerak dengan kepedulian mereka kepada hewan-hewan terlantar. Bukan sebagai wadah atau tempat penampungan hewan-hewan terlantar. Mereka menemukan atau mendapatkan laporan kasus, memberikan edukasi terhadap tindakannya.
?Sampai sekarang masyarakat masih salah mengartikan, bahwa AFJ adalah tempat penampungan hewan-hewan terlantar. Mereka yang terlantar adalah tanggungjawab kita bersama. Mereka memiliki hak yang sama untuk hidup mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan terjamin keselamatannya. Adanya kami di sini untuk mengajak lebih peduli dengan hewan-hewan terlantar,? katanya.
AFJ memiliki program sterilisasi kepada semua hewan yang dirawat di AFJ. Namun, tak jarang AFJ juga mengadakan acara sterilisasi gratis untuk anjing atau kucing di Jogja yang bekerjasama dengan beberapa dokter.
?Tujuan kita juga untuk mengontrol populasi kucing dan anjing yang ada di Jogja. Kita juga sering mengadakan edukasi untuk anak-anak tentang merawat hewan,? jelasnya.
Yani bersama teman-teman AFJ setiap hari merawat hewan-hewan tersebut dengan hati dan secara sukarela. Berbagai penanganan mereka atasi dengan sabar dan cekatan. Membuat mereka tidak lagi trauma atas tindakan yang sebelumnya dan memberikan suasana nyaman dengan hadirnya AFJ. Mulai dari melatih mereka untuk jinak hingga mau bermain-main di AFJ. Tak ada yang berbeda, mereka diperlakukan sama seperti hewan peliharaan pada umumnya.
