JAKARTA, HarianBernas.com ? Amerika Serikat berminat untuk berinvestasi di sektor ekonomi kreatif di Indonesia. Sinyal positif ini ditangkap oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Dilansir dari Antara, “Untuk sektor ekonomi kreatif mereka menyatakan minatnya untuk membangun studio animasi di Indonesia. Mereka mempertimbangkan memiliki mitra lokal di Batam, Bandung dan Jogja,” kata Kepala BKPM Franky Sibarani pada Senin (7/3).
Tiga daerah tersebut, menurut Franky dikenal memiliki banyak talenta dan memfokuskan diri untuk menjadi animator. “Perusahaan juga menyambut positif upaya pemerintah Indonesia membuka masuknya investasi dari ekonomi kreatif hingga 100 persen,” katanya.
Sektor ekonomi kreatif dianggap masih butuh banyak dukungan dari berbagai pihak. Indonesia dinilai memiliki sumber daya manusia yang mumpuni tapi belum memiliki media penyalur yang memadai.
Minat investasi yang muncul dari para investor Amerika Serikat ini, direspon oleh Elsa Noviliyanti, Pejabat Kantor Perwakilan BKPM di New York (IIPC). Elsa berencana menindaklanjuti sinyal-sinyal dari para investor tersebut.
Seperti dikutip dari Antara, Elsa mengaku, bersama Badan Ekonomi Kreatif, dirinya telah menemui pihak-pihak terkait untuk membicarakan tahapan-tahapan investasi yang dilakukan.
Jika minat para investor Amerika Serikat membangun studio animasi di Indonesia menjadi kenyataan, maka hal ini dapat dijadikan cambuk bagi para kreator dalam negeri untuk menghasilkan karya yang berkualitas.
Selama ini tontonan animasi dalam negeri masih didominasi animasi karya kreator negara-negara tetangga. Padahal, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Semoga sinyal ini bukan sekedar angin lalu, tapi benar-benar terealisasi.
