GUNUNGKIDUL, BERNAS.ID – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bergerak cepat untuk mengantisipasi antraks agar tidak menyebar ke wilayah lain. Salah satunya, melakukan lokalisasi Padukuhan Jati, Kapanewon Semanu setelah sejumlah warga terkonfirmasi positif antraks.
Baca Juga: Gunungkidul Usulkan 10 Ruas Jalan Kabupaten Melalui Program Inpres
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama Dinas Kesehatam Gunungkidul menyebut 87 warga positif antraks. Untuk hewan ternak yang terkonfirmasi antraks, tercatat ada 6 ekor sapi dan kambing ada 6 ekor. Dinas terkait juga telah mengantisipasi antraks dengan melakukan pemantauan sejak tanggal 3 Julie 2023.
“Untuk sementara waktu, wilayah Padukuhan Jati kita lokalisasi agar antraks tidak menyebar ke mana-mana,” kata Heri Susanto, Wakil Bupati Gunungkidul ditemui awak media seusai rapat internal.
Ia mengatakan perlunya koordinasi secara terus-menerus untuk mengedukasi masyarakat agar mengerti tentang bahaya dan antisipasi antraks.
Baca Juga: Kedungpoh Park, Wisata Sunset Dan Kuliner Baru Gunungkidul
Sedangkan, Sidig Hery Sukoco, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan lapangan, terutama penemuan kasus baru.
“Kita selalu melakukan pemantauan terhadap penambahan kasus baru. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan serro survey/serologi pada semua faktor risiko penduduk baik yang mengkonsumsi maupun tidak mengkonsumsi,” ucap Sidiq.
Ia juga mengatakan pihaknya telah melakukan provilaksis, pemberian obat antibiotik untuk semua faktor resiko. Untuk perkembangannya, 1 warga terkonfirmasi antraks dari hasil laboratorium RSUP dr. Sardjito dan telah meninggal dunia. Sedangkan, 2 warga lainnya terdiagnosis penyakit lainnya. (jat)
