JAKARTA, BERNAS.ID – Program pengembangan desa wisata yang digulirkan Kemenparekraf sejak 2022 lalu telah berakhir dengan puncak kegiatan Malam Penghargaan yang diselenggarakan di Ciputra Artprenuer Jakarta, Minggu (26/11/2023).
Program yang berfokus pada peningkatan kapasitas SDM bidang kepariwisataan di desa dan kelurahan dari 6 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) ini menggarap 3 aspek meliputi Kelembagaan, Inovasi Produk Wisata dan Diseminasi.
Ada 65 desa yang terintervensi program Kampanye Sadar Wisata (KSW) 5.0 di kawasan Danau Toba (Sumut), Borobudur – Yogyakarta – Prambanan (BYP), Bromo – Tengger – Semeru (BTS), Mandalika (Lombok), Labuan Bajo )NTT) dan Wakatobi (Sultra).
Baca Juga : Lalui Perjalanan Panjang, Kamwis Purbayan Raih Juara 2 Desa Wisata Berkembang
Menparekraf Sandiaga Uno dalam sambutannya di Malam Penghargaan menyampaikan, bahwa pemerintah memprioritaskan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, berkualitas dan berkelanjutan.
“Local champion dari setiap desa dan kelurahan harus bisa menjadi penggerak kepariwisataan di daerah dengan mengedepankan aspek keberlanjutan sesuai SDGs, persamaan gender, konsep wisata hijau. Mari nyalakan lilin-lilin di desa untuk memajukan pariwisata Indonesia, kita kuatkan terus konsep Inovasi-Adaptasi-Kolaborasi serta bergerak cepat (gercep), bergerak bersama (geber) dan garap semua potensi ciptakan lapangan kerja (gaspol),” ujar Sandiaga yang tampil mengenakan pakaian daerah dengan motif khas desa Rembitan Lombok.
Kabar menarik untuk masyarakat Yogyakarta bahwa dalam ajang tersebut meraih 4 penghargaan sekaligus yakni Juara 1 Desa/Kampung Wisata Terbaik kategori Inovasi (Kampung Wisata Patehan), Juara 1 Desa/Kampung Wisata Terbaik kategori Kelembagaan (Kampung Wisata Purbayan), Local Champion Terbaik (Kampung Wisata Kadipaten), serta Kepala Desa/Lurah Terbaik (Kampung Wisata Purbayan).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Sandiaga Uno yang didampingi Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan, Martini M. Paham; Direktur Pengembangan SDM Pariwisata, Florida Pardosi; dan Ketua Dewan Juri, Udi Hartoko.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa undangan VVIP seperti dari lintas Kementerian dan Lembaga, perwakilan World Bank, Bupati dan Kadis Pariwisata sesuai asal desa/kelurahan yang mengikuti program ini.
Hadir pula para Dewan Juri, para pendamping dan trainer selama program KSW 5.0 berlangsung, kepala desa dan kelurahan serta para local champion masing-masing desa/kelurahan.
Baca Juga : Kemenparekraf Bantu Sarana Atraksi untuk Kawasan Wisata Kaliurang
Sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan Festival Sadar Wisata di Mall Kota Kasablanka yang menampilkan karya produk wisata dan berbagai paket wisata dari 65 desa dan kampung wisata yang berlangsung pada 24-26 November 2023.
Kegiatan diisi workshop, talkshow, permainan sadar wisata, flahsmob tari tor-tor, demonstrasi membatik, dan lainnya.
Pada penutupan festival tersebut, Florida Pardosi (Direktur Pengembangan SDM pariwisata Kemenparekraf) menyampaikan bahwa program KSW 5.0 harus dilanjutkan dan ditingkatkan terus oleh para local champion (LC).
“LC harus lebih aktif menindaklanjuti apa-apa yang telah dilatihkan dan didampingi selama 2 tahun ini oleh para narasumber dan trainer, memasarkan paket wisatanya dengan travel agent dan juga melalui online marketplace. Jadilah penggerak ekonomi di desa melalui pengembangan desa wisata yang bermanfaat untuk pelestarian sumber daya dan kearifan lokal serta menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata wanita yang akrab disapa Butet tersebut. (ksw)
