SLEMAN, BERNAS.ID – Sosok Kustini Sri Purnomo identik dengan Muhammadiyah lantaran sebagai istri dari Sri Purnomo yang merupakan seorang kader Muhammadiyah tulen. Namun, Ketua Tim Jaringan Kiai Tahlil, Maktuf Salafi mengatakan, Kustini juga sangat dekat dengan kalangan Nahdlatul Ulama karena pertalian sejarah.
Sesuai deklarasi Jaringan Kiai Tahlil di Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Selasa 20 Oktober 2020, Maktuf Salafi menyebut Kustini memiliki pribadi yang baik dan bagus untuk menjadi seorang pemimpin. Tak hanya dengan kalangan Muhammadiyah, wanita yang berpasangan dengan Danang Maharsa ini juga memiliki kedekatan history dengan Nahdlatul Ulama.
“Melihat sejarah salah satu keluarganya ibuk (Kustini) yang mewakafkan salah satu universitas NU di kudus adalah kakaknya ibu. Jadi kalau ada abcd (isu-isu) itu tidak benar, karena latar belakang ibu juga NU,” ungkapnya.
Kedekatan Kustini dengan NU, menurut pria yang kerap disapa Gus Maktuf, merupakan sosok yang memasyarakat dan tidak membedakan jenis kelompok.
“Pemimpin yang memiliki latar belakang menerima dan tidak membeda-bedakan kelompok ini adalah ciri pemimpin yang baik. Karena ditangannya nanti, semua kelompok harus mendapatkan perhatian yang sama,” jelasnya.
Bentuk kedekatan Kustini lainnya adalah selalu menyempatkan waktu untuk datang di kegiatan keagamaan yang dilakukan sejumlah ulama NU di Sleman.
“Alhamdulilah ibu selalu menyempatkan hadir, biasanya sampai acara selesai. Seperti deklarasi ini meskipun hujan deras, tetap datang. Salut dengan semangatnya untuk merangkul berbagai kalangan yang ada di Sleman,” terangnya.
Senada dengan Gus Maktuf, Kiai Sajaroh (Gus Jaroh) yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Hadi, Sumberharjo, Prambanan juga kagum dengan perempuan yang sudah memiliki 3 putra tersebut.
Tokoh NU dengan gaya ceramahnya yang unik ini mengaku sudah menganggap Kustini sebagai kakak sendiri. Kedekatan keduanya sejak beberapa tahun lalu, membuat ulama yang disapa Kiai Jaroh itu kagum dengannya.
“Sudah tak anggep seperti mbakyu dewe. Kadang malah seperti ibu dan anak. Sosok beliau yang humoris dan tidak sepaneng ini yang membuat semua orang gampang untuk dekat,” imbuhnya.
Kiai Jaroh pun menyatakan dukungannya untuk Kustini – Danang memenangkan Pilkada Sleman 9 Desember mendatang.
“Yang penting kegiatan keagamaan ahlus-sunnah wal-jamaah terus berjalan dan didukung. Saya yakin bu Kustini bisa, karena silaturahminya bagus, orang yang silaturahminya bagus, pasti akan sukses dunia akhirat,” tutupnya. (cdr)
