SLEMAN, BERNAS.ID- PT PAL Indonesia meresmikan kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memaksimalkan potensi kemaritiman di Nusantara, Selasa (24/9). Kolaborasi diwujudkan dengan mensuplai kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dan teknologi ke PT PAL.
Baca Juga Pengambilan Nomor Urut Paslon Di Pilkada Jakarta, RK-Suswono Nomor Urut Satu
Rektor UGM, Prof Ova Emilia mengatakan wilayah Indonesia dengan 70 persen lautan menyimpan potensi yang harus menjadi fokus bersama anak bangsa. Untuk itu, diperlukan kolaborasi dengan banyak ragam mulai pengembangan SDM hingga teknologi.
“Ada paling tidak dua hal yang kita harap dengan banyaknya kegiatan ini yang pertama tadi untuk talent scouting. Jadi alumni-alumni atau mungkin calon-calon alumni yang nanti akan bekerja di tempat yang tepat,” tutur Ova dalam seminar Leader Talks bertema PT PAL Goes to Campus.
Ia juga menyebut dengan adanya kerjasama dengan PAL akan mempercepat UGM menjadi tempat riset industri-industri di Indonesia. “Kami sangat berterimakasih atas kolaborasi dalam bidang akademi, baik magang, ataupun program lainnya. Alumni yang berkarier dari UGM di PT PAL Indonesia ada banyak seperti di bidang pekerjaan teknik, hukum, manajemen dan banyak lainnya. UGM bisa menawarkan simbiosis mutualisme yang menghasilkan benefit untuk kita semua,” beber Ova.
Menurut Ova, apabila Indonesia memberikan fokus perhatian lebih terkait teknologi kemaritiman maka akan menjadi luar biasa. Kekayaan laut bisa dikelola dengan baik lewat teknologi dan SDMnya. “Industri ke universitas bisa memperkaya dan menyiapkan hal yang dibutuhkan. Harapannya kerjasama ini mempercepat kolaborasi dan mewujudkan universitas sebagai pusat riset pengembangan industri di Indonesia,” tukas Ova.
Sementara, CEO PT PAL Indonesia, Dr Kaharuddin Djenod M Eng, mengatakan wilayah Indonesia dengan 2/3 di antaranya adalah laut masih mempunyai potensi 95 persen lebih untuk anak negeri. Selama ini menurut dia, persentase sebesar itu lari keluar negeri dan negara hanya kebagian 5 persen.
“Kita lihat bahwa 5 persen itu sudah besar sekali, bagaimana jika 95 persen itu bisa kita maksimalkan. Ini mengapa kami ingin mengajak insan di UGM, merebut kembali potensi kemaritiman yang dimiliki Indonesia. Semoga PT PAL dan UGM bisa berkontribusi nyata bangkitnya peradaban Indonesia Emas 2045 nanti,” pungkas Kaharuddin.
Untuk itu, PT PAL memiliki kewajiban untuk bisa menjelaskan ke stakeholder bahwa industri maritim itu bukan hanya domainnya jurusan perkapalan atau jurusan kelautan. Akan sangat terbuka kerjasama antara PT PAL dan UGM bisa berlanjut ke depan, termasuk dengan keterlibatan para alumni baik untuk riset maupun bekerja di dalam industri maritim itu sendiri.
Baca Juga Paslon Kustini-Sukamto Sebut Filosofi Nomor 1 Jadi Pemersatu Untuk Sleman Yang Maju
“Membangun kapal itu seperti membangun kota terapung sehingga seluruh keahlian itu ada di situ. Maka kerja sama dengan UGM tidak hanya pada jurusan-jurusan khusus tapi berbagai jurusan itu kita bisa adakan kerja sama-kerja sama baik itu riset dasar maupun riset-riset implementasi,” tuturnya.
Dalam sesi Leader Talks, Kaharuddin memberikan inspirasi kepada audiens dengan visinya akan kemajuan peradaban maritim Indonesia dan menekankan kepada generasi muda akan pentingnya hal tersebut. Dengan kerangka pemahaman akan pentingnya inovasi, dedikasi, dan implementasi terkait kemajuan teknologi akan dapat membawa kemajuan untuk bangsa Indonesia. (jat)
