YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Menjawab tantangan penyediaan sarana belajar yang adaptif dan berkualitas bagi pendidikan kesetaraan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali bergerak nyata.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, tim dosen UMY melatih guru dan pengurus PKBM Wijaya Kusuma dalam mengelola sistem pembelajaran elektronik berbasis kecerdasan buatan (AI), yang dirancang khusus untuk mendukung kesiapan siswa menghadapi Ujian Nasional.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, pada 7 hingga 8 Mei 2026, di kantor PKBM Wijaya Kusuma, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Baca Juga : UMY Meminta Kebijakan Penerimaan Mahasiswa PTN Direvisi untuk Penyehatan Ekosistem Pendidikan
Program ini merupakan bagian dari skema Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Reguler yang didanai sepenuhnya oleh Direktorat Riset dan Pengabdian UMY Tahun Anggaran 2025/2026.
Tim pelaksana dipimpin langsung oleh Dr. Dwijoko Purbohadi, S.T., M.T., selaku Lektor Kepala Program Studi Teknologi Informasi UMY.
Ia didampingi oleh anggota tim, yaitu Titis Wisnu Wijaya, S.Pd., M.Pd., Haris Firnandita Saputra, S.I.Kom., serta mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan, Tiara Hasna Nabila.
PKBM Wijaya Kusuma adalah lembaga pendidikan non-formal yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Meski konsisten melayani masyarakat, lembaga ini menghadapi kendala mendasar, belum tersedianya media latihan soal mandiri yang memadai bagi siswa, serta keterbatasan kemampuan guru dalam memantau perkembangan belajar siswa secara mendalam dan menyeluruh.
Kondisi inilah yang kemudian dijawab melalui inovasi yang dibawa tim UMY. Sistem yang diperkenalkan merupakan pengembangan dari Learning Management System (LMS) Moodle yang disempurnakan dengan integrasi teknologi kecerdasan buatan melalui OpenRouter API.
“Platform e-learning ini kami rancang cerdas dan adaptif. Siswa bisa berlatih soal ujian nasional secara mandiri kapan saja dan di mana saja. Sistem tidak hanya menyajikan soal, tetapi juga memberikan pembahasan otomatis dan umpan balik yang jelas. Di sisi lain, guru dimudahkan dengan adanya dasbor yang menampilkan pemantauan perkembangan belajar setiap siswa secara terstruktur dan otomatis,” ungkap Dr. Dwijoko Purbohadi, Selasa (19/5/2026) dalam keterangan tertulisnya.
Dalam sistem tersebut, tersedia beragam fitur unggulan mulai dari bank soal lengkap, simulasi ujian dengan suasana menyerupai ujian sesungguhnya, hingga analisis kelemahan materi yang perlu dipelajari lebih lanjut oleh siswa.
Selama kegiatan, peserta dibekali keterampilan teknis mulai dari cara mengakses sistem, mengunggah dan mengelola konten materi, hingga memahami dan memanfaatkan data laporan kemajuan siswa untuk strategi pengajaran yang lebih tepat sasaran.
Tiara Hasna Nabila juga turut menyusun modul panduan berbasis AI agar lembaga mampu mengoperasikan sistem secara mandiri setelah pelatihan usai.
Kepala PKBM Wijaya Kusuma, Dyah Maydhaningrum, S.IP., M.M., menyambut antusias kerja sama ini. Ia menilai kehadiran teknologi ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang mereka berikan kepada masyarakat luas.
Baca Juga : Hardiknas 2026 Tekankan Deep Learning Pendidikan
Sebagai hasil akhir kegiatan, PKBM Wijaya Kusuma kini telah memiliki akses penuh terhadap platform tersebut yang telah terpasang di layanan hosting, lengkap dengan panduan teknis dan dokumentasi untuk pengelolaan jangka panjang.
Langkah ini bukanlah hal baru bagi UMY. Sejak tahun 2020, kampus ini telah konsisten menjalankan program pemberdayaan pendidik di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui penerapan teknologi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-9, yakni menjamin akses teknologi informasi dan komunikasi yang merata serta terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk dalam lingkup pendidikan non-formal.
Kini, persiapan siswa PKBM Wijaya Kusuma menuju Ujian Nasional menjadi lebih terarah, didukung sistem cerdas yang memastikan tidak ada satu pun materi penting yang terlewatkan. (*/cdr)
