JAKARTA, BERNAS.ID – Banjir bandang yang melanda Sukabumi sejak Selasa (3/12/2024) hingga Rabu (4/12/2024) telah merendam puluhan rumah dan menyebabkan ratusan warga mengungsi. Hujan deras yang turun terus-menerus mengakibatkan luapan air di Sungai Cikondang dan Cikole, serta tanah longsor di berbagai titik.
Meski tidak ada korban jiwa, dampak kerusakan cukup parah di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Ciemas, Palabuhanratu, Cidolog, dan Tegalbuleud.
Baca Juga : Desa Banjaran Wetan Diterjang Banjir Bandang Berketinggian 2 Meter, 500 KK Terdampak
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, meminta Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera memprioritaskan evakuasi warga yang masih terjebak. Selain itu, ia menegaskan perlunya menyiapkan tempat pengungsian yang aman bagi korban.
“Kebutuhan dasar seperti selimut dan pakaian harus segera dipenuhi mengingat cuaca masih hujan dan dingin,” ujar Bey Machmudin.
Baca Juga : Bulan Depan BPBD Terapkan Status Siaga Darurat di Kota Jogja
Bey juga berencana meninjau langsung lokasi terdampak pada Kamis (5/12/2024) guna memastikan kondisi para korban. “Besok pagi saya akan ke sana meninjau,” tambahnya.
Kepala Pelaksana BPBD Sukabumi, Deden Sumpena, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk melakukan pendataan kerusakan dan evakuasi.
“BPBD Kabupaten Sukabumi masih melakukan asesmen di lokasi terdampak, dan evakuasi korban menjadi prioritas utama kami,” jelas Deden.
Ia menekankan pentingnya percepatan distribusi bantuan logistik agar warga terdampak dapat segera mendapatkan bantuan yang diperlukan.
Cuaca ekstrem juga menyebabkan longsor di beberapa kecamatan, seperti Simpenan, Nagrak, dan Palabuhanratu, serta pergerakan tanah di Cikembar dan Bantargadung. Hingga saat ini, BPBD dan relawan terus berupaya membersihkan area terdampak dan mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. (DID)
