PALU, BERNAS.ID -Ketua DPW Penguatan Ekonomi Kerakyat Nasional (PEKNAS) Provinsi Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo mengungkapkan, keberagaman sumber daya alam (SDA) di wilayah Lore Bersaudara yang meliputi Kecamatan Lore Piore, Lore Tengah, Lore Utara, dan Lore Timur, Kabupaten Poso, memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Saat kunjungan Konsolidasi ke pengurus Peknas di Kabupaten Poso, Kamis (27/02/25). Saya melihat wilayah Lore Bersaudara sebagai wilayah yang sangat potensial, wilayah yang bisa menjadi lumbung sayur. Wilayah ini harus menjadi wilayah prioritas untuk dikembangkan menjadi wilayah penghasil bahan baku.Mengapa? Karena wilayah tersebut memang merupakan wilayah yang subur dan harus ada perhatian khusus terhadap potensi wilayah tersebut, untuk pengembangannya,” kata ISL, sapaan Isram Said Lolo, saat ditemui di Sekretariat Peknas, Senin malam, (3/2/2025)
Menurutnya, kekayaan alam yang dihasilkan oleh masyarakat Lore Bersaudara dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan usaha kecil di wilayah tersebut. Hal ini dikarenakan sumber daya alam di sana merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui sehingga perlu terus dilestarikan agar tidak habis jika dimanfaatkan.
“Saya banyak mendapat informasi dari masyarakat, termasuk dari pemerintah sendiri, tentang manipulasi harga oleh pasar. Ada istilah dari salah satu toko di sana yang berbunyi, ‘Berkebun di sini seperti berjudi.'” Artinya, ketika kita baru 10 kali berjuang, kita sudah 9 kali kalah, dan baru 1 kali menang. Artinya, kalau kita panen 10 kali, maka ada 9 kali kita kalah harga dan baru 1 kali kita menang harga. Ekspresi petani ini menurut saya adalah ketidakhadiran pemerintah dalam menstabilkan harga di sana. Pemerintah harusnya menjaga harga di sana. Kalau perlu pemerintah hadirkan pasar (harga) di sana. Hadirkan pasar. Sekarang mereka kasih contoh, harga kucai atau daun bawang Rp 6.000. Setelah dijual di Kalimantan, harga jualnya mencapai Rp 30.000. Sayang petani ini lebih banyak untung dari tengkulak daripada petaninya. Jadi menurut saya pemerintah harus hadir,” kata mantan aktivis era 90-an ini.
Oleh karena itu, kata ISL, Peknas Sulteng akan membantu mencari solusi pemasaran sumber daya alam di wilayah Lore bersaudara. “Terkait dengan itu, saya sebagai Ketua DPW Peknas Provinsi Sulawesi Tengah akan menjadikan Lore Lindu sebagai salah satu daerah binaan yang akan kita bantu kembangkan UMKM-nya. Seperti di daerah Napu, untuk kebun, cuacanya sangat mendukung,” terang pendiri LSM Format tersebut.
Ke depannya, kata ISL, DPW Peknas Sulteng juga akan membantu mencari solusi untuk pemasaran sumber daya alam di daerah Lore Saudara. “Kita akan hadirkan pasar, yaitu harga jual potensi sumber daya alam yang ada di sana. Ini untuk menjaga kestabilan harga bagi masyarakat.Itu yang akan kita lakukan ke depannya,” ungkapnya. (*Mt)
