BERNAS – Google Docs bukan hanya digunakan untuk menulis. Kamu juga dapat membuat tabel dan grafik secara praktis tanpa harus membuka aplikasi lain. Fitur ini sangat cocok bagi kamu yang sering membuat laporan, tugas kuliah, atau data presentasi.
Selain itu, menguasai keterampilan ini juga dapat membantumu di dunia kerja, apalagi jika kamu sedang mempertimbangkan karier fleksibel seperti remote working. Nah, bagi kamu yang penasaran bagaimana caranya, simak langkah-langkahnya berikut ini!
Cara Membuat Tabel di Google Docs
Untuk kamu yang baru mulai belajar menggunakan Google Docs, membuat tabel sangatlah sederhana. Ikuti langkah-langkah berikut:
- Buka dokumen Google Docs kamu, atau buat dokumen baru.
- Arahkan kursor ke bagian tempat kamu ingin menambahkan tabel.
- Klik menu “Insert” (Sisipkan) di bagian atas.
- Pilih “Table” (Tabel) dan tentukan jumlah kolom serta baris yang kamu butuhkan.
- Klik, dan tabel akan langsung muncul di dokumenmu!
Setelah itu, kamu bisa menyesuaikan ukuran kolom dan baris, mengubah warna sel, atau menambahkan garis tepi. Tabel ini dapat kamu gunakan untuk membuat jadwal, data nilai, hingga perbandingan spesifikasi.
Baca Juga: 7 Perbedaan Google Form dan Google Docs, Ini Penjelasannya
Cara Membuat Grafik di Google Docs
Meskipun Google Docs belum memiliki fitur pembuatan grafik secara langsung seperti Excel, kamu tetap bisa menambahkan grafik dengan bantuan Google Sheets:
- Buka Google Sheets dan buat data yang ingin kamu visualisasikan.
- Pilih data tersebut, lalu klik Insert > Chart.
- Pilih jenis grafik yang sesuai (batang, garis, pai, dan sebagainya).
- Setelah grafik muncul, klik ikon tiga titik di pojok kanan grafik dan pilih “Copy chart“.
- Kembali ke Google Docs, lalu tempelkan grafik tersebut di dokumenmu.
Sangat mudah, bukan? Ini akan membantumu menyajikan data secara lebih menarik dan profesional.
Belajar Keterampilan Digital untuk Masa Depan Cerah
Kemampuan membuat tabel dan grafik merupakan bagian kecil dari banyak keterampilan digital yang bisa kamu pelajari untuk masa depan. Salah satunya adalah bekerja secara jarak jauh atau remote working. Banyak mahasiswa kini mulai mempersiapkan diri agar bisa kuliah sambil bekerja dari rumah.
Jika kamu ingin kuliah gratis sambil bekerja jarak jauh, ada strategi menarik dari Universitas Mahakarya Asia.
Universitas ini memiliki berbagai program studi yang dapat kamu pilih sesuai minat dan bakat, mulai dari desain, bisnis, hingga teknologi. Kamu bisa mengetahui informasi lebih lanjut melalui laman PMB Universitas Mahakarya Asia atau hubungi adminnya langsung via WhatsApp.
Tambah Nilai Plus dengan Sertifikasi IT
Selain menguasai perangkat seperti Google Docs, kamu juga perlu memperkuat portofoliomu dengan sertifikasi. Sertifikasi di bidang teknologi informasi sangat diminati oleh industri digital saat ini, terutama jika kamu ingin menjadi data analyst, web developer, atau bahkan pekerja lepas global.
Universitas Mahakarya Asia menyediakan hingga 24 sertifikasi terbaik di bidang IT yang dapat kamu ikuti sambil kuliah.
Dengan sertifikasi tersebut, kamu akan lebih percaya diri saat melamar pekerjaan atau mengajukan proyek, baik di dalam negeri maupun secara global.
Rekomendasi Tambahan: Menjadi Reseler Laptop Juga Menguntungkan!
Selain belajar dan bekerja, kamu juga dapat mencari peluang bisnis lain, seperti menjadi reseller laptop. Salah satu platform yang cocok adalah Adolo, yang menyediakan laptop berkualitas dengan beragam pilihan harga.
Mengapa cocok? Karena kebutuhan laptop terus meningkat, terutama untuk pelajar, mahasiswa, dan pekerja jarak jauh. Menjadi reseller di Adolo.id bisa menjadi sumber penghasilan tambahan, sambil tetap fokus kuliah atau bekerja dari rumah.
Sudah siap untuk mulai belajar dan berkembang? Manfaatkan semua peluang ini semaksimal mungkin dan jadilah bagian dari generasi digital yang produktif dan kompeten!***
Editor: Mahfida Ustadhatul Umma
