Palu, Bernas.id— Kantor Wilayah (Kanwil) Bulog Sulawesi Tengah menargetkan penyerapan gabah setara beras mencapai 11.300 ton pada 2026 dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan aparat TNI melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa).
Kepala Kanwil Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memaksimalkan penyerapan hasil panen petani yang diperkirakan mulai memasuki masa panen raya pada akhir Maret hingga awal April 2026.
“Panen raya diperkirakan mulai akhir Maret hingga awal April. Karena itu kami melakukan koordinasi dengan penyuluh dan berbagai pihak untuk memperkuat pengadaan gabah dan beras,” kata Jusri.
Menurutnya, Bulog juga menjalin kerja sama dengan jajaran TNI di daerah melalui Komando Distrik Militer (Kodim). Dalam kerja sama tersebut, Babinsa akan dilibatkan karena memiliki jaringan hingga tingkat desa dan memahami kondisi wilayah binaannya.
Keterlibatan Babinsa diharapkan dapat membantu menyosialisasikan program penyerapan gabah kepada petani sekaligus memantau potensi produksi di wilayah desa.
Program penyerapan tersebut mencakup hampir seluruh wilayah sentra produksi padi di Sulawesi Tengah yang tersebar di 13 kabupaten/kota, seperti Sigi, Donggala, Banggai, Morowali, hingga Parigi Moutong.
Meski demikian, Bulog mengakui masih terdapat kendala di lapangan, terutama kebiasaan petani yang lebih sering menjual hasil panen dalam bentuk beras dibandingkan gabah.
“Kendala kami masih pada kebiasaan petani yang menjual dalam bentuk beras. Karena itu bersama penyuluh dan Babinsa kami terus melakukan edukasi agar petani mulai menjual dalam bentuk gabah,” ujarnya.
Ia berharap melalui kolaborasi antara Bulog, penyuluh pertanian, Babinsa, dan kelompok tani, target penyerapan gabah setara beras sebesar 11.300 ton pada 2026 dapat tercapai bahkan melampaui capaian tahun sebelumnya.
Pada 2025, realisasi penyerapan gabah di Sulawesi Tengah tercatat sekitar 8.000 ton setara beras. Bulog optimistis capaian tahun ini dapat meningkat seiring potensi panen raya di sejumlah daerah sentra produksi padi.
