JAKARTA,BERNAS.ID – Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) didorong untuk tidak berhenti sebagai wadah simbolik, melainkan tampil sebagai garda depan dalam menjaga kerukunan dan meredam potensi konflik di tengah masyarakat yang semakin terfragmentasi oleh arus informasi digital.
Hal itu ditegaskan H. Damanhuri dalam kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Dialog Kerukunan di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, Sabtu (18/4). Ia menilai, peran aktif FPLA semakin krusial di tengah meningkatnya potensi gesekan sosial dan maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.
“FPLA harus hadir nyata: menciptakan perdamaian, menjembatani konflik, serta memastikan kebebasan beribadah berjalan sesuai konstitusi. Jangan hanya terlihat, tapi harus dirasakan,” tegasnya.
Baca Juga :Sahur Lintas Iman di Gereja Baciro Perkuat Toleransi dan Kerukunan Beragama di Jogja
Menurut Damanhuri, langkah konkret seperti kunjungan lintas rumah ibadah dan kolaborasi dengan lembaga pemerintah perlu diperkuat agar organisasi memiliki dampak langsung di masyarakat.
Ketua FPLA, Rosadi Pribadi, mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini justru datang dari era digital. Ia menyoroti derasnya arus informasi di media sosial dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang kerap memicu disinformasi jika tidak diimbangi dengan interaksi sosial yang sehat.
“Teknologi memudahkan komunikasi, tapi juga bisa menjauhkan manusia dari pertemuan langsung. Di sinilah pentingnya membangun pertemanan lintas iman agar tidak mudah terjebak informasi yang menyesatkan,” ujarnya.
Baca Juga :MNSBDI Gelar Doa Bersama Lintas Agama untuk Kerukunan Bangsa
Rosadi juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan di tubuh FPLA agar gerakan pemuda lintas agama tetap relevan dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Panitia Alex Leonardo menyebut dialog ini sebagai ruang temu yang selama ini dirindukan para aktivis lintas agama. Ia memastikan, ke depan FPLA akan menghadirkan program yang lebih kreatif dan adaptif untuk menjangkau generasi muda.
Dialog yang dipandu Abdul Jalla Suhaemi mengusung tema “Meneguhkan Semangat Kerukunan dan Harmoni Keberagaman dalam Bingkai NKRI.” Kegiatan berlangsung dinamis dengan beragam pandangan serta harapan dari peserta yang hadir. (FIE)
