YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi meluncurkan instrumen penilaian kinerja Balanced Scorecard Muhammadiyah, serta menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Marshall Cavendish Education.
Kedua langkah strategis ini diumumkan dalam Seminar Pendidikan bertajuk Transformasi Tata Kelola Kinerja yang digelar di Aula SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Selasa (2/6/2026).
Ketua PWM DIY, Muh. Ikhwan Ahada, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan komitmen Muhammadiyah DIY dalam menjawab tantangan pendidikan masa depan.
Baca Juga : Muhammadiyah Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Israel, Serukan Perdamaian Dunia
Kerjasama dengan Marshall Cavendish Education difokuskan pada penguatan kompetensi siswa dan guru, khususnya dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pembelajaran coding, serta peningkatan mutu pembelajaran matematika agar relevan dan berdaya saing global.
Meski mendorong modernisasi, Ikhwan menekankan pentingnya menjaga jati diri pendidikan Muhammadiyah.
“Keberhasilan tidak hanya diukur dari fasilitas atau nilai akademik, tetapi dari kontribusi lulusan bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Kemajuan harus beriringan dengan penguatan akhlak,” ujarnya.
Pendidikan Berkeadaban dan Berkarakter
Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Achmad Muhammad, dalam paparannya menekankan bahwa pendidikan Islam harus memadukan penguasaan ilmu (Ta’lim) dengan pengasuhan (Tarbiyah).
Ia mengingatkan bahwa ilmu dalam Al-Quran disebutkan lebih dari 800 kali, menegaskan kedudukannya sebagai entitas utama dalam agama.
“Ilmu saja tidak cukup, harus ada karakter dan keadaban di dalamnya. Tujuan kita adalah melahirkan manusia berilmu sekaligus berkeadaban, yang ilmunya menjadi rahmat bagi semesta alam,” kata Achmad Muhammad.
Achmad juga menekankan pentingnya keseimbangan antara indikator kuantitatif dan kualitatif dalam penilaian kinerja sekolah.
Baca Juga : dr. Eka Yoga Wiratama, MMR Resmi Dilantik sebagai Direktur Baru RS PKU Muhammadiyah Sleman
Menurutnya, lulusan Muhammadiyah tidak hanya dinilai dari rapor, tetapi juga kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan.
Apresiasi Pimpinan Pusat
Ketua Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Didik Suhardi, memberikan apresiasi atas inovasi PWM DIY.
Ia menilai sistem penilaian ini penting untuk memastikan pendidikan Muhammadiyah terus berkemajuan dan terukur. Namun, Didik juga mengingatkan agar instrumen pengukuran tidak menggeser tujuan utama pendidikan.
“Angka penting untuk tahu posisi kita, tapi bukan segalanya. Kekuatan Muhammadiyah ada pada pembentukan akhlak dan kader pemimpin bangsa,” tegasnya.
Penegasan Peran Muhammadiyah
Dengan peluncuran Balanced Scorecard dan kerjasama internasional ini, Muhammadiyah DIY menegaskan posisinya sebagai pelopor pendidikan yang memadukan manajemen modern, penguasaan teknologi, serta penguatan nilai dan karakter.
Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan pendidikan berkemajuan yang berkualitas sekaligus berakhlak mulia. (cdr)
