SLEMAN, BERNAS.ID- KAGAMA Lari Untuk Berbagi (KLUB) dan Universitas Gadjah Mada menggelar kembali event UGM TRAIL RUN (UGMTR) 2026 dalam rangkaian Dies Natalis UGM yang ke-77. Ajang larike-6 ini berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan positif yang berguna bagi masyarakat sekitar.
UGM Trail Run (UGMTR) 2026 pada tanggal 26-27 September akan menjelajahi Lereng Gunung Merapi dengan titik start berada di Gelora Hargobinangun. Sbagian dari biaya pendaftaran peserta UGMTR nantinya dialokasikan sebagai donasi beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu. Pada awal tahun 2026, KLUB telah menyerahkan sejumlah Rp500.202.576,- kepada UGM untuk beasiswa mahasiswa UGM.
Agenda lari yang menargetkan 4.000 peserta ini juga menghadirkan sensasi baru melalui kategori 77K Relay. Meski terdapat inovasi baru, UGMTR 2026 tetap mempertahankan empat kategori utama yang menjadi favorit peserta, antara lain 7K, 15K, 30K, dan 50k.
Ketua Panitia UGMTR, Budi Susila menyatakan penyelenggaraan tahun 2026 ini sengaja ditingkatkan dengan mengusung tiga konsep utama, yaitu Run, Edu, dan Care. Konsep Run, panitia berkomitmen mewadahi tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari trail. Unsur Edu memperkenalkan edukasi mengenai mitigasi bencana di kawasan Gunung Merapi, serta memperkenalkan berbagai Flora dan Fauna yang sangat terjaga di Kawasan tersebut.
“Aspek Care, UGM Trail Run memiliki kepedulian yang mulia, terhubung dengan kegiatan Charity Run/ beasiswa pada puncak Dies Natalis UGM yang akan dilaksanakan pada 3 bulan berikutnya,” terangnya ke awak media saat konferensi pers UGMTR 2026 di GIK, Sabtu (6/6).
Budi menyebut salah satu bentuk edukasi melalui kolaborasi dengan RSUP Dr. Sardjito, yaitu serangkaian acara yang membahas mengenai emergency rescue demi menjaga keamanan para pelari. “Kemarin sudah mulai berkegiatan, kerjasama dengan RSUP Dr. Sardjito untuk mengedukasi penghobi lari mengenai emergency rescue melalui talk show dan event kecil-kecilan yang selanjutnya akan intensif 2-3 kali. Hari ini juga Road To UGMTR kami datangkan coach untuk mengedukasi terkait berlari nyaman dengan strenght training for trainers,” terangnya
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito menekankan UGMTR bukan sekadar ajang olahraga, melainkan sebuah gerakan kolaboratif yang membawa misi sosial dan edukasi. “Teman-teman, komunitas ini selalu berkomitmen dalam membantu. Saya senang karena ketika perguruan tinggi diambil dananya, komunitas ini malah membantu saudara-saudara dan adik-adik yang sedang membutuhkan,” tuturnya.
Dari sisi teknis pelaksanaan, Race Director, Roostian Gamananda menjelaskan rute tahun 2026 dirancang lebih aman dan nyaman dengan mengantisipasi peningkatan jumlah peserta yang signifikan. Berdasarkan evaluasi tahun lalu, panitia melakukan rekayasa jalur sebelum pelari memasuki rute sempit demi mengurai kepadatan dan mengakomodir jam-jam kritis.
“Kami memperpanjang jalur awal untuk mengurai kepadatan peserta sebelum masuk ke rute utama. Jalur-jalur di area yang dinilai rawan juga telah diperlebar dan ditingkatkan keamanannya. Diharapkan, peserta pulang dengan pengalaman yang aman dan berkesan serta mendapatkan pengetahuan baru mengenai Merapi,” terang Roostian.
Panitia telah menyiapkan total hadiah mencapai Rp200 juta sebagai bentuk apresiasi sekaligus stimulus bagi para atlet berprestasi. Hadiah tersebut akan diperebutkan oleh tiga pelari tercepat yang mencapai garis finish, pemenang kelompok umur, serta pemenang di setiap kategori yang dilombakan.
Selain hadiah bagi para juara, seluruh pelari UGMTR 2026 juga akan mendapatkan berbagai fasilitas lengkap sesuai dengan kategori yang diikuti. “Kategori 30K, 50K, dan 77K Relay akan memulai start pada malam hari sehingga jaket menjadi mandatory gear yang harus dikenakan peserta demi keselamatan. Saat pendaftaran, peserta sudah langsung mendapatkan jaket resmi berlogo UGMTR 2026 tanpa harus membeli sendiri.
Selama perlombaan berlangsung, peserta akan didukung oleh sejumlah water station yang tersebar sepanjang rute untuk pengisian air dan penyediaan buah untuk penyegaran. Pos kesehatan serta tim emergency rescue dari RSUP Dr. Sardjito dan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM juga disiagakan, baik dalam bentuk posko menetap maupun tim bergerak. (jat)
