YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Terus bertambahnya pasien PDP Virus Corona, Pemerintah Kota Yogyakarta mengambil langkah cepat dan terukur dalam melakukan tindakan pencegahan dan mitigasi penyebaran virus Covid-19 yang sudah ditetapkan WHO sebagai pendemi global.
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti bersama Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengeluarkan surat yang ditujukan kepada warga Kota Yogyakarta, dalam pencegahan penyebaran virus corona tersebut.
Dalam surat yang ditandatangi keduanya pada hari Sabtu 14 Maret 2020, baik Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta menghimbau warga Kota Yogyakarta untuk tetap tenang, tidak panik, dan waspada. Kebijakan penting selalu diambil berdasarkan atas kejadian yang terjadi di Kota Yogyakarta, serta potensi sebaran yang melibatkan daerah-daerah lainnya. Pemerintah Kota Yogyakarta akan segera mengambil keputusan penting manakala sudah ada indikasi yang diperlukan.
Pemerintah Kota Yogyakarta sudah menyiapkan seluruh Puskesmas, layanan darurat PSC 119, RS Pratama, RS Jogja, serta bekerjasama dengan RS Swasta lainnya untuk menangani kasus -kasus terkait virus corona. Masyarakat yang merasakan gejala demam, batuk, pilek , sesak nafas, dan lain-lain sebagai indikasi terkena virus corona bisa minta layanan di Puskesmas atau RS terdekat.
Pemerintah Kota Yogyakarta telah menambah posko deteksi masuk Kota Yogyakarta, seperti di Stasiun Kereta Api (kerjasama dengan PT KAI), Terminal Bus, tempat-tempat parkir wisata, Hotel dan Resto (kerjasama dengan PHRI dan ASITA) dan lain-lain sebagai pencegahan penularan melalui tempat-tempat umum.
Pemerintah Kota Yogyakarta juga melakukan penelusuran kontak, bagi orang yang dalam pantauan dan pengawasan, sebagai upaya untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran. Selama ini dan sampai sekarang kita selalu melakukan penelusuran riwayat kontaknya di masyarakat. Itu sebagai upaya untuk pembatasan dan melokalisir wilayah kontaknya.
Pesan umum disampaikan, untuk mencegahan dan antisipasi penyebaran virus corona adalah jaga kesehatan, selalu cuci tangan dengan sabun atau sabun tangan higienis, tidak mengusap mata, hidung, dan mulut, selalu bersihkan toilet, handle pintu, pagar tangga, tombol atau benda lainnya yang sering disentuh dan dipegang, jaga jarak kontak langsung, untuk sementara kurangi salaman dan cipika cipiki, diganti dengan penghormatan sembah dengan menelungkupkan dua telapak tangan, dan lain-lain.
Selalu waspada dan dan bersikap tidak berlebihan agar kewaspadaan kita terukur dan tidak mengakibatkan krisis sosial, ekonomi, dan lainnya. Pemerintah Kota Yogyakarta akan cepat mengambil kebijakan penting sesuai dengan kondisi dan perkembangan yang terjadi di Kota Yogyakarta. (*/cdr)
