YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Director DAAD Regional Office Indonesia, Thomas Zettler dan Director International Office, Leibniz Universitat of Hannover, Germany, Dr. Birgit Barden-Laufer mempercayakan kepada Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan pelatihan manajemen internasionalisasi perguruan tinggi pada tanggal 4-8 November 2019.
Selama mengikuti pelatihan selama 4 hari, peserta dan pembicara juga akan menikmati budaya yang ada di Yogyakarta yakni pertunjukan Ramayana Ballet dan tarian tradisional Indonesia.
Selain DAAD dan UAD Yogyakarta, workshop ini juga didukung Federal Ministry for Economic Cooperation and Development, Herman Rector's Conference (HRK), dan konsorsium alumni DIES MoI di Jerman tahun 2017 dari UI Jakarta, Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Parahyangan Bandung dan Universitas Widya Mandala Surabaya.
“Saat ini, isu kerjasama antarperguruan tinggi internasional merupakan tuntutan zaman,” ujar Dr Muchlas MT sebelum membuka DIES Training Course on Management of Internationalisation di Amphitarium Kampus Utama UAD Yogyakarta, Senin (4/11/2019).
“UAD terus berupaya untuk menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri,” kata Muchlas MT.
Bagi Muchlas, kegiatan tersebut sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan staf perguruan tinggi di Indonesia. “Hal ini dapat mempercepat proses internasionalisasi,” kata Muchlas.
Kegiatan itu, seperti dikatakan Muchlas, salah satu upaya UAD Yogyakarta dalam rangka internasionalisasi perguruan tinggi, baik secara internal dan menjadi fasilitator kampus-kampus lain untuk kegiatan-kegiatan internasional.
Melalui Kepala KUI UAD Yogyakarta Ida Puspita, UAD Yogyakarta sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan beberapa organisasi luar negeri seperti Erasmus+ yang telah meloloskan dua project hibah untuk UAD Yogyakarta.
Dan, kali ini disusul DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) German, yang menjadikan UAD Yogyakarta sebagai tuan rumah pelaksanaan workshop internasional Manajemen Internasionalisasi Perguruan Tinggi.
Seperti disampaikan Ida Puspita, MA.Res, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UAD Yogyakarta, pelatihan ini adalah kali kedua diadakan di Indonesia setelah Batch I diadakan di UI Jakarta pada April 2019 lalu.
Pada workshop regional di Indonesia, Ida Puspita yang pernah lolos seleksi untuk mengikuti FIES MoI di Jerman dan India didampingi Prof Dr Dyah Arini Perwitasari (Dekan Fakultas Farmasi UAD) yang lolos seleksi untuk menjadi peserta.
Pelatihan manajemen internasionalisasi perguruan tinggi ini diikuti belasan orang peserta dari berbagai universitas di Indonesia yang lolos seleksi.
Adapun para trainer dalam workshop itu berasal dari Jerman, Malaysia dan Indonesia, dengan pengalaman profesional di tingkat internasional, yaitu: Dr Ir Paristiyanti Nurwardani, MP (Direktur Pembelajaran Kemenristekdikti), Prof Dato' Dr Morshidi bin Sirait (Universiti Sains Malaysia), Dr Birgit Barden-Laufer (Direktur Kantor Internasional University of Leibnriz Hannover Jerman), Silke Irmscher (trainer dari Jerman yang sudah lama bekerja di Indonesia), Prof Adi Zakaria Afiff (UI Jakarta), Dr Edwan Kardena (Kepala KUI ITB) dan perwakilan dari European Union.
Selain para trainer, kegiatan itu juga mendatangkan pembicara dari DAAD dan para alumni yang pernah menjalani pelatihan sebelumnya seperti dari UI Jakarta, Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Parahyangan Bandung, Universitas Widya Mandala Surabaya, ULM Banjarmasin, UMY dan Unsoed Purwokerto. (fan)
