Bernas.id – Mudik atau pulang ke kampung halaman pada hari libur Lebaran sudah menjadi budaya bagi seluruh masyarakat Indonesia, bahkan menjadi semacam ritual karena tujuan mudik sendiri adalah untuk melakukan silaturahmi saling memaafkan di hari yang fitri utamanya kunjungi orang tua dan kerabatnya.
Sementara kebutuhan transportasi umum dipastikan meningkat pada hari-hari mendekati lebaran Idul Fitri 1439 H maupun sesudahnya pada arus balik mudik. Sehingga kecenderungan untuk memiliki mobil sebagai sarana mudik pun juga akan meningkat, apalagi dengan mengendarai mobil sendiri ketika mudik selain lebih praktis, juga menunjukan prestise keberhasilan bagi pemiliknya meskipun mobil yang dibelinya adalah mobil bekas pakai (second).
Seperti yang disampaikan oleh Ketua Paguyuban Wisata Auto Bursa Yogyakarta (WABY), H Kabul Muji Basuki, saat ditemui oleh Bernas.id, Minggu (10/6/2018), di tempat penyelenggaraan, di ruas jalan Ex PJKA Denggung, Tridadi, Sleman, bahwa, menjelang lebaran ini ada peningkatan secara signifikan antara penjual maupun pembeli.
?Jelang lebaran ini jumlah transaksi yang laku di WABY ada kenaikan menjadi 40 persen, atau dua kali lipatnya dari transaksi setiap penyelenggaraan hari Minggu biasa yang rata-rata hanya 20 persen. Dan peserta mobil yang dijual pada hari ini berkisar 250 mobil dari berbagai jenis dan merek,? papar Kabul yang juga sebagai Kepala Desa Tridadi.
Lebih lanjut dikatakan, bahwasanya Wisata Auto Bursa Yogyakarta (WABY) yang digelar setiap hari Minggu ini memadukan antara Bursa Otomotif atau jual beli mobil, Kuliner dan Wisata Keluarga ini berada di ruas Jalan Ex PJKA Denggung, Tridadi, Sleman yang dibuka kembali oleh Pemkab Sleman pada bulan April 2017 lalu.
Bagi peserta penjual mobil di WABY dikenakan biaya administrasi Rp 20.000 permobil, dengan fasilitas tempat display/ parkir mobil, papan label harga, dan diumumkan di pengeras suara (adlips) yang ada di venue berupa ruas Jalan Ex PJKA yang mempunyai panjang dua kilo meter, serta dapat menampung sekitar 400 mobil.
?Sebagai kegiatan yang legal dan telah mendapat ijin dari Pemkab maupun Dinas Perhubungan Sleman, pengurus paguyuban akan selalu berusaha menjadikan WABY sebagai tempat yang nyaman dan aman. Program kedepan yang paling dekat adalah pembangunan toilet (kamar kecil) dan fasilitas tenda di masing-masing blok tempat display mobil,? pungkasnya. (ted)