Bernas.id – Pola asuh sangat berpengaruh dengan kondisi masa depan anak. Karena anak merupakan anugerah terbesar yang dititipkan Tuhan kepada kita. Maka, dengan melakukan pola asuh yang benar adalah bagian menjaga amanah itu. Sebab, memperoleh titipan buah hati itu butuh banyak perjuangan. Ketika kita salad dalam melakukan polah asuh, membuat kesalahan bisa berefek panjang.
Anak-anak lahir dalam keadaan fitrah. Peran orang tua yang akan menjadikan dia sebagai manusia yang berguna atau manusia yang terpuruk. Ibarat kertas putih semua nampak bersih. Ketika ada coretan atau gambar yang salad, akan membekas dan akan membuat nampak kurang sedap dipandang. Itulah anak-anak yang perlu polesan orang tua dengan pola asuhnya.
Orang tua harus selalu belajar dan mau berubah menuju kebaikan. Mari kita pelajari tiga jenis pola asuh bagi anak-anak, antara lain:
1. Authority
Pola asuh ini diwujudkan dalam bentuk sikap orang tua yang fleksibel namun tegas, memelihara kontrol dan disiplin. Namun memberikan alasan yang tepat untuk disiplin. Orang tua mengomunikasikan harapan-harapan mereka untuk anaknya, namun memberi kesempatan untuk diskusi. Disipilin yang diterapkan orang tua harus menekankan tanggung jawab, kerja sama dan pengaturan diri.
Pola asuh ini cenderung menghasilkan anak yang kompeten, memiliki tanggung jawab secara sosial, yakin pada dirinya, mandiri, memiliki percaya diri yang tinggi dan konsep diri yang positif.
2. Otoriter
Pola asuh ini berupa orang tua sangat menuntut kontrol perilaku dan sopan santun. Semua aturan diatur dengan ketat serta harapan ditetapkan oleh orang tua. Anak-anak diharapkan untuk patuh sesuai standar orang tua. Pelaksanaan pola ini berupa aturan yang keras, memaksa dan melalui hukuman-hukuman.
Pola asuh ini menghasilkan anak-anak yang terhalang perkembangan secara maksimal sesuai potensi mereka. Anak-anak juga terpengaruh terhadap kemampuan untuk membuat keputusan sendiri. Anak-anak merasa frustasi, kesal dan marah. Anak-anak menjadi penakut dan selalu bergantung pada orang tua. Kepercayaan diri juga kurang ketika berhadapan dengan orang tua dan lingkungan.
3. Permisif
Orang tua yang mengunakan pola asuh permisif biasanya menghargai ekspresi diri dan pengaturan terhadap diri sendiri. Orang tua tidak banyak memberi tuntutan, mengizinkan anak untuk sebanyak mungkin memonitor aktivitas mereka sendiri. Orang tua memandang dirinya sebagai sumber, menghindari diberlakukannya kontrol dan tidak mendorong anak untuk mematuhi peraturan yang ditentukkan oleh pihak eksternal. Orang tua tidak mengontrol, tidak menuntut dan cukup hangat.
Pola asuh ini menghasilkan anak-anak yang tidak mampu menghadapi rasa frustasi. Anak-anak mengalami kesulitan dalam menerima tanggung jawab. Anak-anak tidak dewasa secara sosial dan emosional. Anak-anak kurang kontrol diri dan krisis percaya diri.
Setelah orang tua mengetahui jenis pola asuh, kita akan lebih paham dan mampu mengambil sikap. Pilihkan yang terbaik agar amanah yang telah diberikan Allah terpelihara dengan baik. Mari kita optimalkan pola asuh yang terbaik bagi buah hati kita.
