Bernas.id – Narkoba bisa menargetkan siapa saja, tak pandang bulu, termasuk pramugari sebuah maskapai penerbangan nasional. Jika rayuan dari pengedar berhasil, dipastikan orang itu tidak akan bisa lepas dari dampak negatif narkoba sampai pihak aparat keamanan meringkusnya.
Tingkat peredaran narkotika di Tanah Air makin mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2017 lalu, tercatat 46.537 kasus narkoba di Indonesia dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (narkoba) mengandung senyawa yang bisa membuat kecanduan bagi penggunanya.
Dari sisi medis, kesehatan, senyawa-senyawa dalam narkotika biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu.
Kali ini, dikutip dari berbagai sumber, Bernas.id akan merangkum tanda-tanda psikologi dari seseorang yang menjadi pecandu narkoba. Simak tanda fisiknya berikut ini!
- Jika masih sekolah, sering membolos sekolah, nilai rapor menurun, sering bermasalah di sekolah.
- Motivasi menurun, baik secara akademik maupun ekstrakurikuler, hobi, olahraga, atau seni
- Kehilangan uang, barang berharga, obat resep, meminjam dan mencuri uang
- Menutup diri, berdiam diri, mengisolasi, terlibat dalam aktivitas mencurigakan
- Berontak dengan nilai dan prinsip keluarga
- Memaksa untuk mendapatkan privasi lebih, mengunci pintu, dan menghindari kontak mata
- Rutin menggunakan parfum, pembersih ruangan, atau dupa aromaterapi, untuk menyembunyikan bau asap atau obat-obatan
- Rutin menggunakan obat tetes mata, untuk menyembunyikan mata merah dan pupil yang membesar
- Mengertakkan gigi, mengunyak permen karet untuk menyembunyikan bau mulut
- Peningkatan nafsu makan, atau ngemil lebih sering
- Selalu pergi di malam hari
- Perubahan mood atau ketidakstabilan emosi
- Perilaku yang menjengkelkan, keras
- Sikap bermusuhan, mudah marah, perilaku tidak kooperatif
- Menipu atau penuh rahasia
- Kesulitan untuk fokus
- Periode sulit tidur atau energi tinggi, diikuti oleh periode tidur terus menerus
- Pergi tanpa diketahui keberadaannya dalam waktu yang lama
