Bernas.id – etika melambangkan tata krama yang santun terhadap semua kegiatan orang lain, pemanfaatan etika sangat banyak digunakan untuk menilai bahwa dirinya layak disebut ?manusia?. Profesi memerlukan etika, belajar juga sangat perlu menggunakan etika, etika sangat berkaitan dengan akhlak. Pernahkah berdoa kepada Allah? Apakah doa kalian dikabulkan? Kalau tidak, jangan salahkan Allah, salahkan diri kalian karena tidak mempunyai etika meminta kepada Allah.
Supaya jitu doa kita, mari kita perhatikan etika dan adab berdoa kepada Allah swt, yaitu selalu menjaga (makanan) yang halal.
Al Hafidz Ibnu Mardawiyyah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, ?aku membaca ayat ini di hadapan Rasulullah saw.”
?Wahai sekalian manusia, makan lah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.? (Al-Baqarah [2] : 168)
Sa?ad bin Aub Waqash lalu berdiri dan berkata kepada Rasulullah, ?wahai Rasulullah, berdoalah unntukku agar doaku dikabulkan Allah swt. Rasullllah saw kemudia bersabda, ?wahai Sa?ad, makanlah makanan yang halal, maka dosamu akan dikabulkan, demi dzat yang jiwa Muhammad berada berada di genggamannya, sesungguhnya orang yang memasukan satu suapan dari sesuatu yang haram ke dalam perutnya, ibadahnya tidak akan diterima selama empat puluh hari. Siapapun dari hamba-Ku yang dagingnya tumbuh dari sesuatu yang haram dan dari hasil riba, maka yang lebih pantas baginya adalah neraka.?
Sudah sangat jelas dipaparkan oleh sabda Rasulullah bahwasannya berdoa harus memerhatikan makanan yang halal, jangan dianggap sepele dengan makanan. Masalah perut harus bisa dikondisikan, karena banyak juga kejadian yang negatif gara-gara kekurangan isi perut. Jangan salahkan doa kalian tidak dikabulkan jika masih makan dengan uang haram. Jauhi utang dengan bank konvensional, gunakan yang syariah supaya bisa berkah dan tidak dimakan riba. Semoga tiap doa kita dikabulkan oleh Allah swt.
