Bernas.id – Sebagian orang, ada yang masih memiliki keinginan menjadi seperti 'dia' atau menjadi orang lain. Hal ini bisa saja didorong oleh kekagumannya terhadap kehebatan kemampuan seseorang, atau terkesima dengan penampilan fisik idolanya. Kondisi seperti ini banyak kita lihat pada diri anak remaja. Tak heran kalau kita saksikan sekumpulan anak remaja yang meniru-niru gaya penampilan dan tingkah laku idolanya. Dan yang dijadikan idola itu bagai magnet yang memiliki kekuatan magis yang sulit dipahami secara nalar.
Sering kita lihat berita di media saat ada pertunjukan dari sang idola, tingkah mereka seperti orang yang kehilangan kesadaran. Tidak sadar lagi dengan jati dirinya dan bahkan ada yang benar-benar tak sadarkan diri alias pingsan.
Baca juga: Mengenal Teks Berita, Ciri-ciri, Jenis, dan Contoh Penulisannya
Sebenarnya meniru orang lain apakah salah? Tentu saja tidak sepenuhnya salah, tapi tak juga dapat disetujui begitu saja. Manusia sejak masa bayi memang mengalami masa perkembangan kepribadian yang selalu membutuhkan seorang tokoh identifikasi. Yang dimaksud identifikasi di sini adalah dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain yang menjadi tokoh identifikasinya. Nah, berarti dalam hal ini wajar ya kalau ada seseorang terutama remaja yang begitu sangat ingin menjadi sama dengan idolanya.
Yang perlu diperhatikan dalam proses identifikasi ini adalah peran orang tua (ayah dan ibu) sejak masa balita. Dilanjutkan oleh peran lingkungan sangat berpengaruh pada usia pra remaja, remaja sampai dewasa. Jadi kualitas orang-orang terdekatnya yang akan mengarahkan dan membentuk seseorang menjadi siapa dan seperti apa.
Identifikasi dalam proses perkembangan manusia berarti hal yang harus diterima. Tapi kamu pun harus menyadari bahwa Allah SWT telah memberikan anugerah yang besar untuk kamu. Sebagai seorang individu yang unik, kamu memiliki potensi luar biasa jika dikembangkan. Karena menurut para pakar dalam bidangnya mengatakan bahwa tidak ada satu orang pun di dunia ini terlahir benar-benar identik (sama). Sama dalam segala hal. Mulai dari fisik, pikiran, dan perasaan (mental) dan potensi kekuatan keribadian. Bahkan kamu juga tidak bisa mendapatkannya pada anak kembar identik sekalipun.
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
Jadi setelah kamu menyadari bahwa pribadimu ini unik, maka kamu memiliki kesempatan untuk bisa menggali potensi unik yang kamu miliki. Potensi itu dapat dapat kamu gali dengan kesungguhan. Karena banyak orang yang tidak menyadari kalau dia memiliki potensi luar biasa. Potensinya dibiarkan terkubur di bawah karang di dalam lautan.
Ini 5 langkah menggali potensi diri ini patut kamu coba.
1. Temukan Passion-mu
Menemukan passion memerlukan waktu dan kesungguhan. Kamu tidak akan serta merta menemukannya tanpa terlebih dahulu mencoba melakukan berbagai aktivitas dalam beragam bidang. Kamu harus coba kegiatan melukis, menari, menyanyi, menjahit, komputer, bisnis, menulis atau yang lainnya sesuai peluang yang ada di hadapanmu. Jalani saja dahulu. Lambat laun kamu akan tahu dengan sendirinya ke mana passion kamu sebenarnya.
2. Bergabung dengan komunitas
Jika kamu melakukan kegiatan sendirian itu kurang memberi tenaga. Tapi kalau kegiatan dilakukan bersama komunitas maka akan penuh energi. Kamu akan mendapat motivasi dan inspirasi dari anggota komunitas lain. Begitupun juga dirimu dapat memberi motivasi dan inspirasi untuk orang lain. Enak kan? Saling berbagi. Kamu akan memperkaya dirimu dengan skill. Kamu dapat memantaskan diri untuk menjadi seseorang yang kamu inginkan.
Baca juga: Contoh Paragraf Induktif, Deduktif, Campuran, dan Ineratif
3. Pentingnya Mentor
Sebagai orang yang baru mencari pengalaman, baiknya kamu dibimbing mentor yang akan mengarahkan kegiatanmu agar lebih fokus dan produktif. Carilah orang yang sudah terlebih dahulu berhasil di bidang yang kamu tekuni saat ini. Karena kelebihan mereka adalah mereka sudah melangkah terlebih dahulu dan sudah membuktikannya. Jadi dapat dipastikan mereka (para mentor) sudah mengetahui jalannya dan cara kerjanya.
4. Fokus
Setelah kamu mendapatkan bimbingan mentor, lakukan apa yang mentormu telah arahkan. Jangan terlalu banyak bertanya untuk hal-hal tidak penting terlebih dahulu. Fokus saja apa yang harus dikerjakan saat ini sesuai arahan mentor. Nanti kamu akan lihat hasilnya yang kamu sendiri mungkin akan takjub dan kagum akan dirimu.
5. Perbanyak Jam Terbang
Setelah kamu dapat menuntaskan tugas dari mentor, maka berikutnya adalah saatnya beraksi. Latih terus kemampuanmu. Terus dan terus tanpa lelah. Karena hanya itu yang harus kamu lakukan. Dengan melatih diri memperbanyak jam terbang, maka kamu akan mendapatkan pelajaran berharga dari apa yang sudah kamu lakukan tersebut jika senantiasa melakukan evaluasi diri..
Dengan melakukan 5 langkah di atas secara sungguh-sungguh, kamu akan melihat sesuatu yang baru di dirimu. Kamu akan memiliki performa berbeda yang akan membuatmu bahagia.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
