JAKARTA, Bernas.id – Program sejuta rumah yang digenjot pemerintah sejak tahun 2015 lalu, setiap tahunnya belum mencapai target. Kendati demikian, pemerintah terus berupaya agar setiap tahunnya program tersebut dapat lebih baik.
Di tahun pemilu ini, pemerintah berusaha agar program nawacita sejuta rumah dapat mencapai target. Untuk itu, Khalawi Abdul Hamid, selaku Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), meminta dukungan dari para pengembang dalam rangka Program Satu Juta Rumah tahun ini, saat dirinya berkunjung ke Kantor Sekretariat Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (REI), di Jakarta, Selasa (91/2018).
“Pengembang perumahan yang tergabung dalam REI adalah satu mitra kerja Kementerian PUPR dalam melaksanakan Program Satu Juta Rumah,” terang Khalawi.
Khalawi mengaku berterimakasih atas dukungan dari para pengembang perumahan dalam membangun rumah bagi masyarakat. Pada program Satu Juta Rumah, ia pun mengajak seluruh pengembang perumahan lainnya untuk ikut memberikan perhatian pada pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Pemerintah juga akan berusaha membuat regulasi yang mampu mengakomodir berbagai kepentingan baik masyarakat serta dunia usaha lainnya,” paparnya.
Ia berharap, regulasi yang ada bisa dilaksanakan di lapangan dan membawa manfaat bagi semua pihak. Selain itu, upaya untuk menjemput bola dan menjalin kerjasama dengan para pengembang di daerah pun akan dilakukan.
Lebih lanjut ia mengatakan, berbagai masukan dari pengembang yang menjadi pelaksana pembangunan di lapangan akan diterima dan menjadi bahan evaluasi.
“Semangat pengembang untuk ikut membangun hunian bagi masyarakat ini harus didukung juga oleh kemudahan perijinan dari Pemda. Jangan sampai regulasi yang ada harus bisa dilaksanakan di lapangan,” tutupnya.
