Bernas.id – Orang tua memiliki kebiasaan untuk memberikan makanan tambahan pada bayi lebih awal dibandingkan dari waktu yang disarankan. Makanan tambahan dapat berbentuk cair maupun padat yang diberikan ketika ASI maupun susu formula dinilai sudah tidak mencukupi kebutuhan nutrisi bayi. Berdasarkan American Academy of Pediatrics, waktu yang direkomendasikan untuk memberikan makanan tambahan pada bayi adalah saat bayi berusia 6 bulan.
Penelitian oleh Dr. Chloe Barera dari Centers for Diseases Control and Prevention (CDC), pada 1482 anak di Amerika Serikat yang berusia 6 hingga 36 bulan bertujuan untuk mengetahui waktu pemberian makanan tambahan yang tepat bagi anak. Penelitian dimulai dengan melakukan survei makanan tambahan yang pertama kali dimakan oleh bayi termasuk juga makanan tambahan dalam bentuk cair seperti air, jus, air gula serta susu sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16,3 persen bayi diberikan makanan tambahan sebelum usia 4 bulan, 38,3 persen bayi diberikan makanan tambahan ketika berusia 4-5 tahun dan hanya sebanyak 32,5 persen bayi yang diberikan makanan tambahan sesuai dengan waktunya.
Pemberian makanan tambahan yang terlalu dini dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes melitus pada anak. Sedangkan keterlambatan pemberian makanan tambahan juga berdampak pada alergi, defisiensi mikronutrien yang dibutuhkan oleh tubuh serta buruknya pola makan pada anak. Meskipun begitu rekomendasi waktu pemberian makanan tambahan pada anak ini berubah-ubah dalam 60 tahun terakhir. Tahun 1958 pemberian makanan tambahan pada bayi dilakukan setelah berusia tiga tahun, sedangkan pada tahun 1970 bayi tidak boleh diberikan makanan padat hingga berumur 4 tahun dan pada tahun 1990, makanan tambahan boleh diberikan ketika usai bayi sudah mencapai 6 bulan.
Penelitian lain yang dilakukan pada 1200 anak yang berusia 9 bulan, 3 tahun dan 5 tahun menunjukkan bahwa bayi yang diberikan makanan tambahan ketika usianya di bawah 4 bulan cenderung mengalami obesitas (sebesar 26 persen) ketika berusia 3 atau 5 tahun dibandingkan dengan anak yang diberikan makanan tambahan ketika usianya di atas empat tahun (sebesar 22 persen). Selain itu anak yang menyusu ibunya kurang dari 4 bulan juga mengalami obesitas (sebesar 23 persen) dibandingkan anak yang menyusu ibunya hingga 4 bulan (sebesar 18 persen).
Tanda apabila seorang bayi sudah mampu menerima makanan tambahan adalah bayi bisa sudah duduk meskipun sambil disangga, mampu memegang benda, kemampuan motoriknya sudah berkembang ditandai dengan kemampuannya mengambil dan memasukan makanan ke dalam mulut, bayi tetap rewel meskipun sudah diberikan ASI sebanyak 4-5 kali, bayi mulai tertarik dengan makanan yang biasanya ditandai dengan lebih tertariknya bayi saat diberi makanan daripada diberi botol atau puting susu, bayi merespon dengan membuka mulut saat disuapi makanan, refleks menjulurkan lidah mulai hilang, dan bayi sering memasukkan jari ke mulut serta mengunyahnya.
