Bernas.id – Menurut Anda mana yang akan lebih dulu sampai pada garis finish jika kura-kura dan kupu-kupu berlomba satu sama lain dalam arena balap? Kura-kura hanya mampu berjalan perlahan, sedangkan kupu-kupu mampu terbang dengan kecepatan maksimalnya. Bukan rahasia umum lagi bahwa sesuatu yang bisa terbang memiliki kecepatan yang lebih dibanding dengan cara berpindah yang lain. Namun, untuk satu kasus yang ini akan berbeda hasil akhirnya.
Sudah tahukah Anda bahwa kura-kura kampus ternyata punya tingkat mobilitas yang lebih tinggi dibanding dengan kupu-kupu kampus? Sebenarnya dari mana asal kura-kura atau kupu-kupu kampus ini? Mungkinkah kura-kura dan kupu-kupu hidup bebas saat kelas pendidikan berlangsung?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mobilitas dapat diartikan kesiapsiagaan untuk bergerak. Mobilitas merupakan gerakan berpindah-pindah. Rata-rata kecepatan mobilitas kura-kura adalah 3 km/jam. Sedangkan kupu-kupu memiliki kecepatan terbang mencapai 19 km/jam, sekitar enam kali lipatnya kecepatan berjalan kura-kura. Lalu, bagaimanakah kura-kura bisa lebih cepat pergerakannya dibanding kupu-kupu?
Kura-kura dan kupu-kupu kampus bukanlah hewan peliharaan yang hidup pada kampus tertentu. Keduanya adalah julukan umum bagi mahasiswa yang hanya kuliah pulang-kuliah pulang alias kupu-kupu dan kuliah rapat-kuliah rapat alias kura-kura.
Menyibukkan diri merupakan pilihan. Waktu 24 jam dalam sehari bisa menjadi uraian banyak kata kerja jika kita mau. Namun, sangat disayangkan mayoritas mahasiswa memilih fokus pada nilai akademiknya saja. Tetap menjadi kupu-kupu kampus hingga akhir.
Rata-rata mahasiswa cenderung membatasi diri dengan tidak ikut campur pada organisasi kampus. Menganggap bahwa organisasi hanya akan memangkas habis waktu beristirahat mereka seusai lelah belajar memperhatikan dosen.
Nah, Anda wajib tahu bahwa meski sudah terdesak, kura-kura ini tetap mampu bertahan dengan mobilitasnya yang justru semakin meningkat. Kura-kura kampus sudah pasti lebih lihai bermain dengan waktu. Memilah dan memilih aktivitas secara detail. Tidak sekedar nongkrong cantik dengan teman, tapi mobilitas mereka digunakan untuk bertukar pikiran tentang kemajuan kampus.
Pernah dengarkah Anda jika seseorang yang hebat justru yang bisa mengatur waktu dengan baik? Kura-kura kampus memiliki waktu yang sama dengan kupu-kupu kampus. Namun kura-kura kampus tentunya akan belajar mendesain skala prioritas. Kegiatan organisasi yang teramat banyak akan melatih mereka untuk terampil menghadapi waktu yang sempit. Ibarat pemain sepak bola yang pintar menggocek lawan. Meski dikejar deadline tugas kuliah dan agenda organisasi, mereka tetap anggun menyelesaikan keduanya dengan tuntas.
Yuk, jadi pemuda berkualitas dengan tingkat mobilitas kelas kakap. Manfaatkan waktu sebagai kura-kura kampus sejak awal!
