Bernas.id – Tuhan tidak hanya menciptakan manusia tanpa bertanggung jawab terhadap hidupnya. Ibarat sebuah wilayah kekuasaan, tubuh manusia juga bisa terancam oleh musuh-musuh tak kasat mata. Jika setiap kepala suku menyiapkan prajurit terbaik untuk melindungi wilayahnya, demikian juga Tuhan dalam melindungi mahluk-Nya. Prajurit yang telah disiapkan Tuhan bernama sistem kekebalan tubuh. Sistem yang terdiri dari sekumpulan sel tangguh, bekerja dengan kompak melawan musuh yang menginvasi tubuh. Nah, siapa saja prajurit tangguh itu, yuk berkenalan dengan mereka para prajurit tak kasatmata
1. Fagosit
Fagosit merupakan pertahanan pertama pada tubuh yang dikenal dengan sel pemakan. Fagosit memakan sel asing yang masuk ke dalam tubuh. Fagosit bekerja dengan dua cara, yang pertama adalah dengan bersirkulasi di dalam aliran darah sedangkan yang kedua adalah menempati celah pada berbagai jaringan tanpa bergerak. Apabila jumlah sel asing yang menyerang tubuh dalam keadaan banyak, fagosit akan mengembang dan mengeluarkan cairan sinyal bernama pus. Sinyal inilah yang akan mengaktifkan limfosit.
2. Makrofag
Makrofag dikenal dengan pasukan penyapu, yang bekerja seperti bom menghancurkan berbagai macam pertahanan musuh. Sama seperti fagosit, apabila jumlah musuh di luar kendali makrofag, akan muncul sinyal bernama pirogen yang menstimulasi otak untuk meningkatkan suhu tubuh sehingga menyebabkan terjadinya demam. Demam merupakan tanda bahaya bagi manusia, seseorang yang mengalami demam diharapkan untuk beristirahat agar tenaga yang dibutuhkan oleh sistem pertahanan tidak digunakan untuk keperluan lain. Makrofag juga memiliki kemampuan meneruskan informasi mengenai sel musuh ke sel limfosit B dan T. Makrofag yang menangkap musuh akan mengikatkannya pada sel T penolong.
3. Sel Limfosit T Penolong
Sel T penolong bersifat sebagai administrator, setelah menguraikan informasi mengenai sel musuh yang diterimanya dari makrofag, sel limfosit T penolong akan mengaktifkan sel limfosit T pembunuh dan sel B untuk mempersiapkan senjata dan pasukan terbaiknya untuk melawan musuh.
4. Sel Limfosit T Pembunuh
Sel limfosit T Pembunuh membunuh dengan cara melubangi membran sel dengan senyawa kimia yang disebut perforin, akibatnya cairan dan garam masuk ke dalam sel musuh. Masuknya cairan dan garam pada sel berdampak pada hancurnya sel. Kemampuan limfosit baik limfosit T maupun B dalam mengenali musuh dilatih pada timus. Selain itu, sel limfosit T pembunuh dibekali dengan molekul MHC (Major Histocompabillity Complex) yang dapat membantu mengenali sel musuh.
5. Sel Pembunuh Alamiah
Musuh memiliki cara yang cerdik untuk mengelabui sel T termasuk dengan bersembunyi dalam sel tubuh. Akan tetapi, dalam sistem pertahanan dikenal sel pembunuh alamiah, yang mampu menemukan dan membunuh sel musuh yang sedang menyamar.
6. Sel Limfosit B
Sel limfosit B merupakan penghasil senjata yang disebut dengan antibodi. Sel B memiliki kemampuan untuk mengingat sel musuh, kemampuan inilah yang akan dipakai untuk menghasilkan antibodi yang dapat berikatan dengan musuh. Antibodi mengikatkan diri pada sel musuh kemudian menghancurkan struktur biologi sel tersebut. Setiap antibodi berpasangan dengan antigen seperti kunci dan gembok. Setiap hari tubuh terpapar oleh berbagai macam musuh, bisa dibayangkan betapa hebatnya tubuh kita yang mampu menghasilkan senjata bagi setiap musuh yang berbeda-beda.
7. Sel T Penekan
Sel T penekan ini memiliki fungsi untuk menekan atau mengakhiri pertempuran apabila musuh berhasil dikalahkan.
8. Sel Pengingat
Sel ini memiliki kemampuan untuk mengingat dengan menyimpan informasi dari musuh yang pernah menyerang tubuh. Informasi musuh akan berkembang menjadi sebuah strategi yang digunakan kembali, apabila menghadapi musuh yang sama. Sel pengingat memiliki umur yang lebih panjang dibandingkan sel lain dalam sistem kekebalan tubuh. Sebelum mati sel pengingat akan mengalihkan informasi pada generasi berikutnya, sehingga informasi tentang musuh tetap tersimpan dengan baik oleh sel pengingat.
Manusia tidak akan mungkin bisa hidup tanpa ada sistem pertahanan yang cerdas ini. Lantas, sudahkah kita bersyukur hari ini atas niikmat Tuhan yang telah menciptakan sistem pertahanan sedemikian rupa untuk menjaga tubuh kita? Menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik, makan dengan gizi seimbang serta istirahat sesuai kebutuhan merupakan salah satu cara, bukan hanya untuk menjaga kesehatan melainkan juga untuk mengucapkan terima kasih pada para prajurit tak kasat mata yang telah berjuang untuk kita.
