Bernas.id – Ricky Erri Thoiffur menceritakan kisahnya dulu sewaktu kuliah di Jogja. Ya namanya anak kuliah, uang sehari-hari hanya cukup buat makan atau kalau pun mau keluar dengan teman-teman ya paling ke angkringan ngobrol atau semacam itulah. Semenjak kerja di Jakarta, ia baru merasakan sisa uang bulanan, mungkin karena masih menggunakan model hidup mahasiswa sewaktu di Jakarta.
?Yang saya lakukan dengan uang sisa bulanan adalah menabungnya. Karena tidak ingin riba, saya menabung di salah satu bank syariah. Hal yang ajaib terjadi, untuk pertama kalinya dalam hidup, imbal hasil tabungan saya lebih besar daripada biaya bulanan bank. Rasa penasaran saya bertambah, kenapa uang saya tidak ditempatkan di deposito syariah, hasilnya tentu lebih besar dari sekedar tabungan kan dan benar hasilnya lebih besar. Saya berpikir lagi apakah ada imbal hasil yang lebih besar dari deposito perbankan syariah, tetapi tetap aman. Akhirnya saya mempelajari dan menemukan sukuk negara, setelahnya saham syariah, reksadana syariah, DIRE syariah, dan lainnya. Akhirnya, saya menjadi seorang investor yang berinvestasi pada produk investasi/keuangan syariah dan mendirikan RET Investama ini,? ungkapnya ke Bernas.
Dikatakannya, sebagai seorang muslim, dahulu dalam pikirannya yang masih sempit, ia mengira bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan investasi ataupun hal yang menghasilkan uang lebih menggunakan uang dilarang oleh Islam. ?Namun, pelan-pelan pikiran saya menjadi terbuka. Saya mempelajari apa itu keuangan syariah, apa itu investasi yang berbasis syariah dan pada akhirnya saya menemukan bahwa semua transaksi yang berdasarkan saling ridha dan transparansi itu sebenarnya transaksi syariah. Jadi kalau boleh saya bilang, ekonomi kita pada umumnya adalah ekonomi syariah kecuali yang menggunakan sistem keuangan konvensional, dan bukan sebaliknya, ekonomi kita pada umumnya adalah ekonomi konvensional kecuali yang menggunakan sistem keuangan syariah. Dengan demikian, saya mulai tertarik mendalami keuangan syariah terutama investasi syariah dan hal tersebut menjadi passion saya sekarang,? tuturnya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaannya, ia menyebut tentang trust atau kepercayaan. ?Saat ini, saya sedang membangun dua hal tersebut kepada semua relasi ataupun teman atas posisi saya sebagai Founder dan CEO RET Investama. Hal tersebut sangat sulit, tentu saja kepercayaan dalam hal ini berhubungan dengan bisnis yang dilakukan RET Investama bukan sekedar kepercayaan dengan teman saya yang sudah lama terbangun. Jika kita sudah memiliki kepercayaan satu dengan yang lain, maka bisnis/transaksi/investasi apapun itu akan menjadi lebih mudah. Saya membangun kepercayaan dengan komunikasi yang baik dan juga data-data (terkait investasi yang dilakukan RET Investama) yang valid sehingga saya dapat menghindari opini bahwa apa yang saya lakukan hanya sekedar omongan atau buaian yang indah saja,? jelasnya.
Terkendala modal menjadi tantangan pekerjaan ke depan. ?Saat ini saya masih terkendala modal untuk mengembangkan usaha saya. Pada tahun pertama RET Investama berdiri, saya hanya berfokus untuk survive, jadi bagaimana supaya perusahaan tetap berdiri atau paling tidak tidak rugi. Saat ini sudah memasuki (baru memasuki) tahun kedua dan Alhamdulillah kami sudah menghasilkan laba yang lumayan dan tentu saja kami ingin berkembang. Namun, masalah modal masih menjadi salah satu kendala kami. Saya menyikapi keterbatasan modal ini dengan membangun lebih banyak relasi. Kita tidak akan tahu kedepannya akan seperti. Namun, bisa jadi orang yang kita kenal hari ini besok bisa menjadi partner strategis dalam bisnis kita,? terangnya.
Ia pun meyakini bidang pekerjaan yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Indonesia sebagian besar penduduknya beragama Islam dan merupakan negara dnegan penduduk Islam terbesar di dunia. Namun, keuangan syariah ataupun ekonomi syariah nya sangat kalah jauh dengan negara-negara Islam lainnya. Saya ingin ekonomi dan keuangan syariah menjadi bagian dari traksaksi penduduk Indonesia sehari-hari. Mengapa ekonomi dan keuangan syariah penting? karena semua aktivitas transaksi syariah mempunyai underlying manfaat atau aset yang mendasari dan lebih menekankan pada produktivitas. Transaksi syariah juga sangat melarang adanya prinsip spekulatif dan informasi yang tidak transparan,? bebernya.
CEO PT RET Investama Global (RET Investama) ini memberikan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. Untuk saran, fokus, membaca, dan terus belajar. Apapun yang kita inginkan (dan semoga semua itu hal yang baik) kita harus fokus. Ada yang bilang bahwa sinar laser yang kecil bisa menembus tubuh manusia, tetapi sinar matahari tidak, kenapa? Hal itu dikarenakan sinar laser fokus sedangkan sinar matahari tidak. Itulah kekuatan fokus.Kita mungkin tidak akan merasakan dampak dari kegiatan membaca dalam waktu dekat, tetapi berdasarkan pengalaman saya kebiasaan membaca secara terus menerus dan konsisten sesuai dengan bidang yang kita tekuni atau jalani akan memberikan ilmu yang sangat berguna pada akhirnya nanti. Apa yang saya dapatkan atau peroleh saat ini, salah satunya adalah dampak dari kebiasaan membaca saya. Belajar tidak kenal usia, itu benar-benar terjadi waktu saya yudisium S2 kemarin Agustus. Saya kira saya termasuk yang paling tua karena waktu lulus usia saya hampir 30, tetapi semua itu lenyap ketika saya mendegar lulusan terbaik S2 di Fakultas saya adalah seorang Bapak berusia 49 tahun, hehehe. Tentu saja, belajar tidak harus resmi melalui jalur sekolah/ universitas, belajar dapat darimana saja bahkan dari orang-orang sekitar kita, yang penting adalah terus belajar agar selalu berkembang,? urainya panjang.
Lingkungan pun diakuinya memengaruhi hingga menjadi seperti sekarang. ?Lingkungan sangat memengaruhi saya. Misal, dahulu saya kuliah berteman dengan teman-teman yang menurut pandangan saya pintar-pintar, dan benar, saat kami lulus mungkin sekitar 15 dari 20-an teman dekat saya berpredikat cumlaude. Hal tersebut alhamdulillah dari awal kuliah saya sadari, jika kita berteman dengan orang-orang pintar walaupun kita paling bodoh sekalipun kita akan menjadi pintar secara umum. Cumlaude walaupun mepet dan itu masih pintar dibandingkan orang secara umum. Waktu saya bekerja pertama kali, secara tidak sengaja tempat saya bekerja isinya orang-orang yang bekerja keras. Secara tidak langsung ya saya terpengaruh menjadi orang yang suka bekerja keras, walaupun hanya menjadi orang yang paling malas diantara pekerja keras, tetap saja saya bekerja keras bagi orang secara umum,? paparnya.
Pengagum sosok Warren Buffett ini membocorkan rencana dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?RET Investama sedang mencari modal untuk mengakuisisi salah satu BPR Syariah dalam waktu dekat ini. Saya ingin memperluas bidang yang digeluti RET Investama, bukan hanya sebagai Perusahaan investasi syariah, tetapi menjadi sebuah holding konglomerasi keuangan syariah. Untuk impian terbesar, Indonesia menjadi pusat keuangan syariah dunia, hal tersebut menjadi salah satu alasan saya mendirikan RET Investama,? pungkasnya.
