Bernas.id – Berbagai macam jenis penyakit yang terkait dengan kebiasaan tidak cuci tangan adalah seperti diare, infeksi saluran pernafasan, flu burung (H1N1) dan cacingan, demikian berita yang diperoleh dari data Kementerian Kesehatan Tahun 2010. Menurut penelitian WHO, seratus ribu anak Indonesia meninggal setiap tahunnya dikarenakan diare. Selain itu, data yang dikeluarkan oleh Riskedas tahun 2007 menyebutkan bahwa diare termasuk salah satu penyebab kematian bagi anak-anak yang terbanyak.
Diperkuat oleh Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, Enni Gustina, bahwa berdasarkan data pada tahun 2015, sekitar 520 ribu balita meninggal dalam setahun. Penyebab paling banyak ialah diare dengan 25% atau sekitar 130 ribu balita yang meninggal. Secara global, sebanyak 1,7 juta anak meninggal per tahunnya disebabkan oleh diare dan infeksi paru-paru. Sedangkan jumlah kasus diarenya sebanyak 1,7 miliar dalam setahun. Balita yang tidak sering mencuci tangan bisa terkena diare apabila sering memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya dalam keadaan tangan yang kotor. Oleh karenanya, pernyataan diatas merupakan hal yang perlu kita waspadai. Hanya karena gara-gara tidak melakukan cuci tangan, kita dapat terjangkit penyakit-penyakit tersebut di atas. Paling penting, orang tua harus dapat mengingatkan buah hatinya untuk melakukan cuci tangan.
Adapun waktu cuci tangan yang perlu dilakukan adalah saat:
1. Sebelum dan setelah makan;
2. Sebelum memberi obat atau membalut luka;
3. Sesudah buang air besar atau kencing;
4. Setelah menjamah lift, tangga, pintu atau fasilitas umum lainnya;
5. Sehabis menyentuh daerah tercemar seperti tempat sampah;
6. Sebelum menyusui;
7. Setelah menceboki bayi;
8. Setelah memegang binatang;
9. Sesudah menyentuh cairan kimia atau memegang sesuatu yang mengakibatkan tangan kita kotor atau berbau.
Intinya, melalui cuci tangan maka kotoran, debu atau kuman secara alami dapat dikurangi dari tangan kita. Sehingga bila kita melakukan aktivitas di mana ada interaksi antara tangan dengan mulut, hidung atau anggota lainnya atau media lainnya yang nantinya akan masuk ke dalam tubuh kita (misal makanan atau minuman), relatif lebih bersih dan aman.
Guna menyosialisasikan gerakan cuci tangan ini, sejak tahun 2011 Kementrian Kesehatan merilis kegiatan dengan nama CTPS singkatan dari Cuci Tangan Pakai Sabun. Menurut penelitian, cuci tangan dengan air akan membunuh 50% kuman di tangan. Mencuci tangan dengan sabun akan membunuh 80% kuman yang ada.
Gerakan cuci tangan menurut standar WHO ada enam langkah yaitu:
Langkah pertama, menuangkan cairan handrub (cairan berbasis alkohol) yang tersedia pada telapak tangan. Selanjutnya usap dan gosok kedua telapak tangan dengan arah memutar;
Langkah kedua, usap dan gosok kedua punggung tangan secara bergiliran;
Langkah ketiga, gosoklah sela-sela jari hingga bersih;
Langkah keempat, membersihkan ujung jari bergiliran dengan posisi tangan saling mengunci;
Langkah kelima, gosoklah dan putar kedua ibu jari secara bergantian;
Langkah keenam, meletakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan.
Silakan dipraktikkan dan dijadikan kebiasaan yang baik.
