Bernas.id – Menulis adalah bentuk lain dari berbicara. Berbicara dengan mengacu sumber juga tidak mudah. Butuh pemahaman agar makna dapat tersampaikan dengan baik. Mengemas tulisan menjadi bahasa lisan yang didengar dan dimengerti tidak mudah. Sama halnya menulis. Bedanya sebuah tulisan dapat dibaca berulang-ulang dan jika ada kesalahan dapat segera diperbaiki sebelum tulisan dipublikasikan. Dapat lebih mudah meminimalkan kekeliruan. Itulah mengapa menulis dapat menjadi satu pelarian ketika seseorang tidak terbiasa berbicara di depan umum atau memang tidak suka berbicara.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
Menulis memang memerlukan bakat. Tetapi ketahuiah bahwa bakat dipelajari. Lihatlah mereka para penulis ternama. Apakah mereka dengan tiba-tiba menjadi terkenal? Tidak. Mereka juga memerlukan proses yang tidak mudah. Bakat dapat terbentuk apabila terbiasa. Bagaimana bisa mengatakan bukan keahliannya sedang menulis saja tidak pernah. Bermimpi menjadi penulis seperti Tere Liye, bunda Asma Nadia atau yang lainnya. Tetapi belajar menulis saja tidak, membaca juga tidak. Lalu, bagaimana mimpi itu dapat terwujud? Mulai sekarang biasakan untuk menulis!
Ketika kalian melihat orang membaca karya orang lain, tidakkah kalian terbesit bahwa yang kalian lihat adalah seseorang yang sedang membaca karyamu? Temukan sesuatu yang menarik pada setiap membaca karya orang lain. Kemudian berpikirlah bahwa jika kalian menulis maka tulisan itu juga akan memberi inspirasi bagi banyak orang. Bagi kalian yang masih menanyakan mengapa harus nulis coba pahami beberapa hal berikut:
Nama Akan Abadi
Apakah kalian mulai memikirkan dimana tertera nama kalian setelah tiada. Mungkinkah orang segera melupakan setelah nama itu tiada. Jika kalian menulis nama akan abadi. Banyak orang yang akan membaca namamu. Nama tidak hanya tertulis di batu nisan dan ijazah-ijazah. Tetapi juga akan tersusun rapi di bagian depan atau belakang buku. Namamu akan dikenang banyak orang melalui tulisan-tulisan yang sudah terpublikasi atau terbit.
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
Menginspirasi
Menjadi seseorang yang menginspirasi tidak melulu punya banyak teman. Tidak harus dengan kalangan terdekat. Melalui sebuah tulisan kalian bisa menginspirasi banyak orang. Menyelipkan makna yang dalam dengan membungkus kata-kata yang menarik dan mudah dipahami. Memudahkan pembaca mengerti maksud dari sebuah tulisan. Mereka yang terinspirasi oleh tulisanmu tidak serta merta mengatakan secara langsung. Maka, jangan mengeluhkan akan menginspirasi atau tidak. Tetap sampaikan niat baikmu melalui tulisan!
Baca juga: Tinjauan Pustaka: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya
Mengubah Dunia
Minat baca buku di zaman sekarang memanglah rendah. Tetapi tidak menyurutkan semangat menulis para penulis. Menyampaikan segala keluh kesah. Mencurahkan nilai-nilai kehidupan di dalamnya. Menuangkan peristiwa-peristiwa yang begitu dalam dengan bahasa yang lembut sehingga menyentuh hati pembaca. Ketika itu terjadi secara tidak langsung dapat memengaruhi pola pikir pembaca. Introspeksi diri lewat tulisan yang dibaca. Bayangkan bukan hanya 4 atau 5 yang membaca, tetapi ribuan hingga ratusan. Dunia akan berubah menjadi lebih baik. Maka, menulislah dengan niat yang baik agar perubahan yang terjadi juga menuju kebaikan.
Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
