Bernas.id – Juni Anton menceritakan pengalamannya yang kurang baik, tapi menjadi titik balik dalam kehidupannya. Ketika masih sekolah, ia menjadi salah satu murid yang sering nyontek. Katanya, bahkan sampai pernah juara 3 karena terlalu banyak menyontek teman sebelah yang waktu itu dapat juara umum.
?Saya ingat banget, waktu itu kelas 3 SMP. Kebiasaan nyontek ini terbawa hingga saya kelas 12 SMA. Ketika saya harus merantau ke Jakarta dari Tanjungpinang, dalam perjalanan saya mengingat kembali masa-masa kecil saya hingga remaja. Dari sana saya mulai sadar bahwa saya semasa sekolah saya bukan pelajar yang baik karena punya kebiasaan nyontek itu. Dan saya bertanya kepada diri sendiri, sampai kapan saya mau membawa kebiasaan nyontek ini? Masa iya kuliah, kerja, nikah sampai meninggal pun saya masih nyontek. Mau sampai kapan saya bisa menghasilkan karya bukan dengan usaha sendiri tetapi dengan mengambil atau ?mencuri? dari orang lain. Setelah berpikir panjang, saya putuskan bahwa saya tidak mau menjadi tukang nyontek. Saya mau menjadi Juni Anton yang lebih baik,? ungkapnya ke Bernas.
Sejak saat itu, lanjut Juni, ia putuskan bahwa harus berubah. Mulai kuliah, ia tidak akan menyontek lagi. ?Bahkan saya ngomong ke diri sendiri, lebih baik saya gagal karena telah berusaha daripada saya lulus kuliah dengan cara nyontek. Bukan sekedar berhenti nyontek, saya juga membuat target, saat kuliah, saya mau dapat IP (indeks prestasi) 4.0. Minimal 1 kali saja dalam masa kuliah saya, saya sudah cukup puas. Nah, semasa kuliah saya pun menjadi semangat belajar, bahkan saya menjadi rajin membaca buku, khususnya buku pengembangan diri. Akhirnya, sampai kuliah selesai, saya bukan saja dapat 1 kali IP 4.0, tetapi saya berhasil mendapatkan IP 4.0 selama 4 semester berturut-turut. Jadi saya bisa menyimpulkan bahwa ilmu pengembangan diri dan psikologilah yang paling banyak berkontribusi mengubah hidup saya. Dan sekarang saya pun ingin membantu banyak orang berubah menjadi lebih baik lewat pengembangan diri dan pendidikan,? bebernya.
Diceritakannya, pengalaman unik di pekerjaannya. ?Banyak sekali. Sebagai trainer, saya mengajarkan bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien. Saya dan partner memformulasikan metode ini dengan nama Bacakilat For Students. Hingga tahun 2017, buku kami sudah dicetak sebanyak 8 kali Gramedia Pustaka Utama sejak pertama kali terbit di tahun 2013. Dari apa yang kami bagikan kepada peserta pelatihan yang mayoritas adalah pelajar, banyak kisah mereka yang telah menginspirasi kami. Ada yang bisa lulus ujian dengan nilai rata-rata 9 dan ujian fisikanya 100. Ada yang menjadi lulusan UN terbaik se-Solo Raya. Ada yang langganan remedial menjadi pelajar berprestasi di sekolah. Melihat perubahan mereka dari yang tadinya merupakan pelajar yang rata-rata atau bahkan di bawah rata-rata menjadi pelajar berprestasi menjadi inspirasi bagi saya untuk terus menekuni profesi ini,? ucap ceritanya.
Suka dengan dunia pengembangan diri menjadi alasannya untuk terus menekuni bidang pekerjaan sebagai trainer.?Saya suka membantu orang lain menjadi lebih baik dengan apa yang saya ketahui. Semua itu sejalan dengan latar belakang saya berkuliah di jurusan psikologi dan hobi saya membaca buku-buku pengembangan diri sehingga saat saya kerja saya tidak merasa bahwa saya bekerja. Itulah esensi dalam menjalani hidup. Penting untuk bekerja pada dunia yang Anda sukai karena kita menghabiskan sepanjang mata melek sampai tutup mata dengan bekerja. Kalau kita tidak bekerja pada dunia yang kita sukai, maka kita tidak akan senang dengan hidup kita,? katanya.
Kurang waktu istirahat diakuinya menjadi permasalahan yang paling sering dihadapi dalam kesehariannya. ?Karena saya bisa bekerja dari Senin sampai Senin lagi, pagi sampai malam hingga lupa waktu. Kadang mengalami fatigue. Kalau sudah begitu produktivitas menurun. Apalagi sekarang saya lagi ngambil S2 di SBM-ITB Jakarta sehingga aktivitas bertambah. Untuk tantangan ke depannya, kami ingin membagikan ilmu Bacakilat For Students ke seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan bisa diakses oleh semua orang. PR kami masih banyak dan kami harus terus semangat mewujudkan hal itu,? jelasnya.
Peraih Best Students untuk program Entreprenuership di Sekolah Bisnis dan Manajamen Institut Teknologi Bandung ini pun meyakini bidang pekerjaan yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Kami percaya belajar itu adalah hal yang menyenangkan dan itu bisa dilakukan oleh siapa pun yang memiliki cara belajar yang tepat. Masalahnya banyak anak yang tidak tahu cara belajar yang efektif dan efisien sehingga mereka menghabiskan banyak sekali waktu untuk belajar dan kurang ada waktu untuk istirahat atau melakukan kegiatan lainnya ditambah cara belajar yang dilakukan cuma baca dan hafal saja. Dengan pengalaman lebih dari 5 tahun mengembangkan ilmu Bacakilat For Students kami melihat banyak sekali manfaat yang diterima oleh peserta pelatihan. Bahkan bukan saja prestasinya yang meningkat tetapi hidup mereka pun berubah. Ada anak yang dulunya minder karena nilainya jelek di sekolah, setelah belajar dengan metode Bacakilat For Students nilainya naik derastis. Dia pun menjadi lebih percaya diri. Kepercayaan diri sangat penting karena akan berdampk pada aspek-aspek lain dalam hidup anak itu. Jadi karena merasa sangat bersyukur bisa membantu anak-anak ini menjadi sukses paling tidak mulai dari masa sekolah,? urainya.
Kebiasaan belajar menjadi habit khususnya untuk mendukung aktivitasnya. ?Setiap malam sebelum tidur saya selalu belajar. Belajar ini bisa baca buku, bisa nonton video seminar dan lain sebagainya. Kalau lagi bosan baca buku saya nonton video di Youtube untuk menjadi hal yang bisa saya pelajari dan saya terapkan dalam hidup. Sebaliknya, kalau saya malas nonton saya memilih untuk membaca biar lebih tenang,? tukasnya.
Trainer ini memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisah Anda ini. ?Saya berharap semoga dengan cerita saya, banyak orang yang bisa memetik manfaat. Tidak ada hal spesifik yang ingin saya tawarkan. Silakan pembaca menilai sendiri. Untuk saran, kunci sukses yang saya pegang ada 2 hal: (1) Memiliki komitmen. Saat kita punya komitmen, kita akan totalitas untuk mencapai kesuksesan. Tapi komitmen saja tidak cukup, kita perlu memiliki cara yang tepat. (2) Cara yang tepatlah yang akan membawa kita mencapai tujuan yang kita inginkan. Untuk mendapatkan cara yang tepat kita perlu terus belajar. Belajar di sini bukan berarti sekolah ya. Belajar di sini bisa banyak hal, bisa dengan pendidikan formal atau informal seperti membaca buku, mengikuti seminar, atau bahkan sesederhana ngobrol dengan orang yang lebih pengalaman dari kita. Jadi kita bisa belajar kapan pun dan dimana pun dengan siapa pun. Janganlah pernah berhenti belajar. Karena di saat kita berhenti belajar di saat itulah kita berhenti bertumbuh menjadi lebih baik,? jelasnya.
Pengagum sosok Jack Ma ini membocorkan rencana dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Saat ini saya masih fokus membesarkan bisnis mainan saya. Doakan saja kami bisa terus memberikan manfaat kepada banyak orangtua lewat mainan edukatif. Silakan cek www.kidutoys.com. Untuk ke depannya, saya ingin ilmu Bacakilat For Students bisa diakses oleh semakin banyak orang di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Saya juga ingin membagikan manfaat mainan edukatif kepada anak-anak kecil generasi penerus bangsa sehingga mereka bisa merasakan enaknya bermain sambil belajar,? pungkasnya.
