Bernas.id – Dony Indrawan menceritakan pengalaman istimewa dalam kehidupannya sehingga menjadi seperti sekarang ini. Saat SMA, prestasinya tergolong sangat baik. Rangking pertama di kelas dan meraih peringkat kedua pelajar teladan se-kabupaten, tapi nyatanya ia gagal di UMPTN untuk masuk ke kedokteran.
?Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya berkompetisi lagi di tahun UMPTN berikutnya dan diterima di fakultas Psikologi Universitas Padjdjaran di Bandung. Menyadari bahwa saya terlambat satu tahun dari rekan seangkatan di SMA, saya tidak mau membiarkan waktu lewat begitu saja. Saya ambil SKS yang cukup banyak dan menyelesaikan kuliah kurang dari 4 tahun untuk program sarjana psikologi dan lulus sebagai yang tercepat di angkatan saya (saat itu rata-rata lulus program sarjana 5-6 tahun). Saya pun menjadi mahasiswa angkatan pertama yang jumlahnya hanya 3 mahasiswa yang menjalani program profesi psikolog di UNPAD saat itu. Teman-teman seangkatan sering menyebut kami ?JU? alias Juara Umum. Saat lulus dan membacakan sumpah profesi, saya menyadari ada amanah yang besar dari ilmu yang saya pelajari bagi kebaikan orang yang banyak,? ungkapnya ke Bernas.
Pengalamannya berkesan lainnya saat ia berhasil berkompetisi pada tahun 2004 dengan beberapa karyawan perusahaan dari unit bisnis lain di seluruh dunia untuk penugasan kerja di kantor pusat perusahaan di Amerika Serikat.
?Terus terang saat itu saya sama sekali tidak lancar berbicara bahasa Inggris meskipun pencapaian nilai TOEFL masih diatas 500. Padahal pekerjaan yang harus dilakukan adalah mengelola program pengembangan dan pelatihan bagi karyawan dari seluruh dunia yang akan dilakukan di Amerika Serikat atau negara lain. Urusan kemampuan saya berbicara dalam bahasa Inggris telah memperoleh tantangan sejak mendarat di San Francisco yang membuat kami hampir-hampir gagal masuk ke Amerika. Tiga bulan pertama adalah masa-masa yang sangat sulit bagi saya dan keluarga, tapi kami berhasil melewatinya. Kuncinya, sambil terus mengasah kemampuan bicara dalam bahasa Inggris, saya giat mengakselerasi penguasaan pekerjaan dengan membaca, mengkaji dan berdiskusi serta membuat sistem yang membuat hasil kerja saya berada di atas teman-teman Amerika saya. Setelah 6 bulan dan seiring penguasaan bahasa yang jauh lebih baik, alhamdulillah justru saya menjadi andalan bagi tim saat itu selama hampir 4 tahun. Pengalaman ini pula yang mendukung saya untuk menjalankan peran sebagai pimpinan di grup komunikasi korporat dan sebagai kepala juru bicara perusahaan,? bebernya panjang.
Dikatakannya, menjadi psikolog dan menjalankan praktek psikologi merupakan minatnya yang besar. Tak heran apabila proses kerja, cara interaksinya dengan rekan-rekan kerja, atasan atau bawahan serta kegiatan lain selama hampir 20 tahun karirnya di perusahaan tidak dapat dilepaskan dari profesinya yang satu ini.
?Ketika bertugas di bidang SDM di awal karir, saya melihat bahwa karyawan dan keluarga memerlukan sarana yang mudah diakses oleh mereka dalam membantu menyelesaikan persoalan-persoalan pribadi atau keluarga yang dapat berdampak terhadap kinerja. Atas persetujuan manajemen, saya bersama dua psikolog perempuan membuka pelayanan psikologi melalui telpon dan kami beri nama : Hotline Service for Better Life Program?. Program tersebut terus berkembang dan kini melebur dengan program korporasi bernama Employee Assistance Program yang didukung oleh konsultan psikologi eksternal,? tuturnya.
Berkat program hotline ini, Dony pun mulai dikenal di kalangan karyawan di departemen lain sehingga mulailah muncul permintaan dari berbagai departemen di dalam perusahaan untuk tampil langsung memberikan ceramah-ceramah psikologi. Karena itu juga, istri-istri karyawan meminta saya hadir memberikan ceramah psikologi dalam berbagai kegiatan mereka termasuk arisan ibu-ibu. Sejak saat ini saya pun begitu menikmati kegiatan ceramah psikologi dan motivasi. Saya mengisi acara di radio dan juga hadir di berbagai kegiatan mahasiswa,?imbuhnya.
Baginya, terkait profesinya, pengelolaan SDM pada prinsipnya adalah pengelolaan manusia dan karakteristiknya dalam konteks organisasi atau bisnis. Siapapun yang memahami manusia secara utuh akan memiliki peluang lebih besar untuk berhasil dalam pengelolaan SDM. Saya sangat tertarik dan tertantang untuk membantu membuat program-program dan sistem pengelolaan SDM yang ?people oriented? sehingga memberikan dampak positif untuk terjadinya kinerja unggul dan tingkat kepuasaan tinggi.
?Komunikasi stratejik ternyata tidak hanya sekedar pelengkap bagi perusahaan dalam menjalankan bisnis saat ini. Justru kegagalan dalam mengelola komunikasi stratejik seringkali menimbulkan dampak yang signifikan bagi perusahaan baik dari sisi operasional, bisnis dan juga reputasi yang bisa berimplikasi kepada nilai saham perusahaan. Selain itu, saya melihat masih sangat banyak yang bisa saya lakukan dan saya pelajari untuk menjadikan peran komunikasi stratejik semakin berarti bagi perusahaan termasuk Corpporate Communication, Public Relations, Media Relations, Project Communication dan Litigation Communication,. Dalam lingkup personal dan keluarga, komunikasi stratejik pun dapat membantu seseorang membangun relasi dan reputasi individu yang baik,? urainya.
Communication Advisor memberikan inspirasinya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Jangan pernah berhenti untuk menjadi ahli dalam mengelola diri sendiri sehingga menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bahagia, dan lebih bermanfaat. Kita baru akan sungguh-sungguh bisa mengelola orang-orang lain apabila pengelolaan diri kita sudah baik. Walk the Talk dan Lead by Example hanya bisa dilakukan oleh orang yang terus memperbaiki pengelolaan dirinya. Urusan besar kecilnya rezeki biarlah Allah Subhanahuwataala yang mengatur karena Dia-lah yang paling tahu kebutuhan kita. Peran kita adalah melakukan sebaik-baik ikhtiar dan menikmati perjalan ihktiar tersebut. Banyak orang miskin yang lahir dari keluarga kaya dan tak sedikit yang kaya lahir dari keluarga miskin. Masing-masing mengikuti takdir-Nya. Orang-orang yang terbaik adalah yang terus bersyukur atas takdir-takdir itu maka ada jaminan dia akan menemukan ketenangan dan kebahagian dalam kehidupan,? katanya.
Psikolog ini membocorkan rencananya dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Meskipun belum ditentukan waktunya, saya berencana untuk berpindah jalur karir saya sebagai pekerja tetap dan menjalani peran baru sebagai konsultan independen pada bidang-bidang keahlian ini. Mengingat waktu yang sudah cukup lama, pastinya perubahan jalur karir ini akan memerlukan penyesuaian-penyesuaian. Saya sedang berupaya agar nantinya transisi ini bisa berjalan mulus. Pengalaman saya membantu perusahaan dalam pengelolaan perubahan bisa membantu saya mengelola perubahan yang aka saya hadapi jika keputusan ini dibuat. Untuk impian, menjadi pribadi yang terus istiqomah dalam meniti jalan kebaikan sehingga semakin bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan orang-orang lain,? pungkasnya.
