Bernas.id – Handy Wijaya CFP menceritakan pengalaman istimewanya yang menjadi titik balik dalam kehidupannya. Waktu itu, ia mengambil keputusan untuk pindah ke dunia perbankan setelah satu setengah tahun bekerja di perusahan sekuritas yang merupakan perusahaan pertamanya bekerja.
?Dari tempat saya bekerja pertama kali, saya sudah mengambil keputusan untuk membeli properti saya yang pertama dari hasil kerja saya sendiri dan itu membuat saya sadar apabila saya tidak bekerja keras maka saya tidak akan suskes. Di tambah lagi kemudian saya pindah ke perbankan dengan gaji saya yang pas-pasan hanya untuk menutupi cicilan property saya serta biaya bensin saya. Saya kemudian giat bekerja dengan melakukan sales call 50 efektif call (berbicara dan menjelaskan produk yang saya tawarkan kepada calon customer) serta kanvasing door to door ke semua tempat usaha di sekitar cabang Bank tempat saya bekerja dalam waktu satu hari,?ungkapnya ke Bernas.
Diceritakannya untuk pengalaman unik di pekerjaan, ia menyebut cukup banyak, tapi yang paling membuatnya berproses menjadi seperti sekarang, yaitu satu momen di mana pada saat bekerja, ia menemukan atasan yang pada waktu itu tidak bersedia memberikannya ijin untuk pindah bagian tepatnya menjadi Relationship Manager(RM) di salah satu bank, tempatnya bekerja saat itu. Padahal, pada waktu itu, ia yang diminta oleh Kepala Cabangnya untuk menjadi RM dengan target yang lebih besar karena beliau melihat potensinya.
?Tetapi atasan saya tetap tidak memberikan ijin dengan alasan saya masih muda dan belum berpengalaman. Di saat yang bersamaan, saya mendapatkan dua penawaran menjadi RM di bank multinasional lainnya dan akhirnya saya memilih untuk resign pindah ke bank pilihan saya yang akhirnya menjadi awal kesuksesan karir saya di dunia perbankan. Saya menjadi Branch Manager pada saat umur saya 26 tahun di sebuah bank multinasional yang pada saat itu, saya adalah yang termuda pada awal tahun 2008,? tuturnya.
Saat ini, Handy Wijaya aktif sebagai fasilitator/trainer di berbagai kelas pelatihan di berbagai perusahaan multinasional dan nasional. ?Selain itu, saya juga sebagai speaker di berbagai Customer Gathering yang di adakan oleh Institusi Perbankan/Non-Bank. Sehubungan dengan sertifikasi CFP, saya juga terkadang memberikan konsultasi perencanaan keuangan kepada personal-personal yang membutuhkan jasa perencana keuangan. Di sela-sela waktu, saya juga saya aktif di sebuah yayasan keagamaan sebagai Kabag Public Relation dan ikut membantu Tim Editor Buku Yayasan tersebut dalam mengembangkan penyebaran buku-buku ke seluruh Indonesia,? katanya.
Menemukan passion baru sebagai trainer/speaker menjadi alasan untuk terus menekuni bidang pekerjaan sampai sekarang ini. ?Saya merasakan bahwa betapa bahagianya bisa selalu membagikan ilmu saya kepada berbagai macam profesi, serta dengan kita semakin berbagi sebenarnya semakin membuat memori dan diri kita sendiri untuk tambah berkomitmen dengan apa yang sudah pernah dita lakukan serta kita bagikan kepada orang lain. Selain itu, saya merasa bahwa ini adalah bagian dari tugas mulia berbagi ilmu yang pernah kita ketahui,? ucapnya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaannya, speaker ini menyebut strata umur atau senioritas yang memunculkan sebuah gap. ?Masalahan yang cukup sering saya temui khususnya di dunia institusi/perusahaan, masihnya melihat strata umur/senioritas di mana terkadang terjadi gap yang cukup lebar antara atasan dan bawahan. Selama ini, saya menyikapinya dengan tenang walau bagaimanapun, dimana kita harus terus belajar untuk bisa menyampaikan informasi/gagasan kepada siapapun( atasan/bawahan/teman sekerja) dengan baik yang disertakan bukti-bukti yang cukup, proses yang harus dilalui serta manfaat yang akan didapatkan pada akhir proses. Untuk tantangan pekerjaan ke depan, dengan kondisi ?Disruptive World? yang harus kita hadapi semua maka kita harus bisa terus mengembangkan diri kita dengan banyak belajar serta memperluas networking secara positif melalui chanel/media apapun. Saya harus terbuka dengan dengan segala situasi dan kondisi yang mungkin bisa terjadi kapan pun secara positif. Besar harapan saya, Indonesia bisa memiliki masyarakat yang terbuka, positif, optimis serta terus berusaha mengembangkan sumber daya yang ada,? bebernya.
Ia pun meyakini bidang pekerjaan yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Dengan profesi saya sekarang ini, saya bisa membagikan informasi serta pengalaman-pengalaman saya yang berharga yang pernah saya alami sendiri ataupun yang saya dapatkan dari pengalaman orang lain dengan harapan masyarakat dapat belajar dari pengalaman saya dan kemudian dipraktikkan serta dikembangkan lagi dengan caranya masing-masing. Karena manusia diberikan pengetahuan guna terus berkembang menuju arah yang lebih baik dengan cara-cara yang benar,? tukasnya.
Menghargai waktu dengan prinsip ?In Time? dengan contoh dalam hal janji meeting menjadi habit khusus yang dibangunnya untuk mendukung pekerjaannya. ?Saya akan selalu hadir sebelum waktu yang telah dijanjikan dan tidak pernah ada kata telat bagi saya. Kemudian saya juga selalu berkomitmen untuk menyampaikan suatu hal/cerita atau sharing apapun yang dengan sebenar-benarnya dengan cara komunikasi yang baik. Kemudian, saya memiliki prinsip hidup ?Balance Life? di mana menjaga keseimbangan hidup dalam hal material maupun spiritual. Untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja, bermeditasi selama 10-15 menit atau dengan tidak melakukan aktivitas apapun sejenak sambil merenung tujuan saya bekerja,? paparnya.
Trainer ini memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Teruslah berusaha, jangan pernah menyerah. Tentunya ingat bahwa semua harus dilakukan dengan cara dan pikiran yang benar, bukan atas dasar keuntungan pribadi ataupun cara-cara yang tidak benar/baik(ada pihak yang dirugikan). Kita terlahir menjadi manusia pastinya dengan tujuan menjadi lebih baik dengan terus belajar dari pengalaman hidup yang telah kita lalui. Jadi selalu awali hari kita dengan niat/tujuan yang baik, lakukan hal-hal yang penting/berguna bagi kita serta orang lain dengan semangat positif dan selalu bersyukur atas apa yang sudah kita lalui dan miliki sampai saat ini. Untuk saran, terus belajar dan berusaha dengan benar serta jangan pernah menyerah. Kembangkan network yang tepat dan selalu terbuka dengan masukan dari orang lain. Ambil semua pengalaman dari lingkungan sekitar kita guna menambah pengetahuan dan pengalaman kita sendiri. Selain itu juga harus memiliki tujuan hidup yang jelas dan detail sehingga fokus pada tujuan tersebut,? urainya.
Penyuka hobi menyanyi ini membocorkan project dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Saya akan belajar serta ikut berkembang di salah satu perusahaan Start Up yang bergerak di bidang Investasi dimana saya sebagai salah satu Pejabat Penanggung Jawab perusahaan start up tersebut. Visi kami semoga menjadi pioneer yang bisa memberikan bisa memperkenalkan dunia investasi kepada semua rakyat Indonesia secara luas dan mendukung peningkatan kesejahteraan hidup rakyat Indonesia. Untuk impian, saya ingin ikut serta dalam mengembangkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia melalui ilmu-ilmu yang bisa saya share sebanyak mungkin kepada semua kalangan masyarakat Indonesia karena menurut saya Sumber Daya Manusia kita masih harus banyak belajar lagi untuk bisa meningkatkan taraf hidup pribadi maupun bagi negara secara luas. Secara spesifik saya ingin menjadi orang yang bisa memberikan pengaruh positif kepada banyak orang,? pungkasnya.
