Bernas.id ? Barang palsu bukan hanya ada di dunia nyata. Di toko dunia maya yang dikelola oleh perusahaan sekaliber Google sekalipun, barang palsu tetap bisa menyelinap masuk dan mengelabui konsumennya.
BBC memberitakan kalau sebuah program aplikasi palsu menyerupai WhatsApp sempat beredar di Google Play Store. Program tersebut menggunakan nama Update WhatsApp Messenger sehingga konsumen yang masih awam akan tertipu dan mengira kalau program tersebut adalah versi pembaruan untuk program WhatsApp miliknya.
Supaya kamuflasenya terlihat semakin meyakinkan, pembuat program ini juga menggunakan logo yang serupa dengan program aslinya dan menggunakan nama WhatsApp Inc sebagai nama pembuat programnya.
Menurut kesaksian pengguna forum Reddit, aplikasi WhatsApp palsu ini mengandung iklan dan secara otomatis akan mengunduh semacam program terselubung begitu sudah terpasang. Program WhatsApp palsu ini sempat diunduh sebanyak lebih dari 1 juta kali sebelum kemudian dihapus oleh pihak Google.
Program ini sendiri diketahui hanya berpengaruh kepada mereka yang mengunduh dan memasang program tersebut secara manual dari Google Playstore. Mereka yang menggunakan program WhatsApp versi asli untuk memperbarui aplikasi miliknya tidak akan terpengaruh.
Bukan sekali ini saja Google Play Store disusupi oleh pengembang-pengembang program yang tidak bertanggung jawab. Tahun 2015, sebuah program menyerupai detektor baterai yang menyadap informasi pribadi dari ponsel pengguna juga sempat beredar di Play Store. Di tahun berikutnya, aplikasi buatan Taliban yang bernama Alemarah bahkan sempat dijajakan di toko dunia maya tersebut.
