Bernas.id – Pola pengasuhan orangtua zaman sekarang mengalami tantangan tersendiri yang cukup berat terutama dalam hal terlalu lamanya kontak digital kepada anak-anak. Sebagai generasi digital yang mana seringkali disebut dengan digital native yaitu mereka yang sudah mengenal media elektronik dan digital sejak lahir sedangkan kita sebagai orang tuanya adalah imigran digital yaitu individu yang lahir sebelum munculnya teknologi digital. Sebagai orang tua kita diharapkan untuk bisa membendung pengaruh buruk dari era digital namun juga tidak menafikan potensi manfaat yang diberikan dari zaman digital ini.
Jika zaman dahulu kita masih menemukan berbagai macam permainan dan aktivitas fisik yang lazim dilakukan oleh anak-anak maka sekarang dengan terbatasnya lahan, waktu serta kesempatan, anak-anak sekarang justru cenderung memanfaatkan masa bermain mereka menggunakan berbagai macam hiburan yang ada dalam perangkat elektronik maupun digital. Kontak yang terlalu berlebihan terhadap perangkat elektronik bukan tidak mungkin menimbulkan masalah yang serius berikut ini paparannya :
1. Kesehatan mata anak
Mata adalah organ terpenting setelah telinga. Dalam perkembangan anak, informasi yang mereka dapatkan pertama kali dari telinga, selanjutnya dari mata kemudian diseimbangkan dengan fungsi bicara. Paparan yang terlalu berlebihan terhadap mata akan menimbulkan penglihatan yang buruk. Meskipun beberapa fitur layar bisa diatur untuk menentukan kontras, cerah dan lainnya, namun hal tersebut tetap tidak bisa menangkal pengaruh buruknya terhadap mata.
2. Menunda perkembangan bahasa
Usia 0 hingga 3 tahun adalah golden ages dimana seluruh informasi yang diserap pada saat ini akan menjadi pondasi dalam kehidupan mereka kelak. Tidak jarang ditemui balita yang terlambat bicara karena kurangnya stimulasi dari pengasuhnya. Proses penerimaan informasi dari perangkat elektronik hanyalah informasi satu arah. Balita tidak diajari untuk merespon informasi yang mereka dapatkan dari tontonan yang mereka lihat. Berbeda dengan proses pengasuhan yang melibatkan interaksi langsung antar balita dengan pengasuhnya, balita akan didorong dan dibantu untuk bisa melafalkan hingga mengucapkan berbagai kosakata dalam bahasa ibu mereka.
3. Masalah tidur
Masalah tidur anak dapat terjadi karena dua hal. Pertama, karena terlalu lamanya melihat hiburan dalam layar digital. Kedua, dampak yang diakibatkan dari isi hiburan yang mereka lihat. Sekarang akan lebih mudah kita temui tontonan yang sarat dengan permusuhan, dendam, adegan dewasa serta kekerasan. Hal ini secara langsung akan mempengaruhi proses berpikir anak yang berakibat pada kacaunya waktu tidur mereka.
4. Kesulitan konsentrasi
Penggunaan media digital memiliki efek pada keterampilan mengubah perhatian anak sehingga menimbulkan perilaku terlalu aktif dan kurang mampu berkonsentrasi. Kelebatan dari layar digital akan terus menari-nari di otak mereka sehingga seolah – olah mereka hidup di dalam bayangan otak mereka. Mereka akan terlambat dalam merespon kondisi sekitar.
5. Perkembangan fisik dan sosial terganggu
Perkembangan fisik dapat terganggu, bisa jadi anak terlampau gemuk karena kurangnya aktivitas fisik atau justru terlalu kurus karena rasa ingin tahu mereka terhadap tontonan di layar digital mampu membuat mereka menahan rasa lapar dan haus, bahkan rasa untuk buang air kecil. Perkembangan sosial terganggu karena anak lebih mementingkan diri sendiri sehingga sulit bergaul secara langsung. Anak juga kesulitan dalam mengenali nuansa perasaan akibat kurang terlibatnya mereka dalam aktifitas dengan sesama anak seusia mereka.
Mari bersama kita menjadi orang tua yang bijak dalam mengasuh anak kita. Sudah seharusnya kita mampu membekali anak kita dengan hal lebih baik dibandingkan hanya bermain dengan layar digital mereka. Pembatasan pemakaian perangkat digital di usia anak-anak sepertinya masih cukup layak dijadikan pilihan untuk membentengi anak kita dari pengaruh buruk era digital.
