Bernas.id – Fauzi Noerwenda sejak kecil memang sudah senang tampil di depan umum dan membantu teman-teman untuk melakukan yang terbaik. Ketika akhirnya memutuskan menjadi trainer dan MC Wedding, sudah tidak ada lagi keraguan dalam dirinya untuk membuatnya mundur. Bahkan berbagai macam assessment personality yang diikutinya, hasilnya menunjukkan bahwa ia memang senang tampil di depan umum.
Saat ini, ia menekuni bidang pekerjaan sebagai trainer di pelatihan public speaking bersama tim Ganesha Public Speaking (GPS) dan MC Wedding bersama tim Sanggar MC.
?Di Ganesha Public Speaking, saya dan tim mempunyai tujuan untuk melatih banyak orang agar berani tampil di depan umum serta mampu tampil dengan efektif dan elegan. Alhamdulillah kini training di GPS sudah berlangsung lebih dari 139 angkatan. Di Sanggar MC, saya dan tim membangun sebuah platform jasa MC yang memudahkan klien mencari MC untuk setiap event yang dihelatnya,? ungkapnya ke Bernas.
Diungkapkannya cita-cita atau impian masa kecilnya, seingatnya, dulu ia ingin menjadi pengusaha. Namun, akhirnya ia kembali pada path yang dimaunya untuk terus tampil di depan orang serta membantu orang lain meraih karir terbaiknya. Untuk pengalaman unik yang menjadi titik balik baginya ketika berproses sehingga menjadi seperti sekarang ini, ia menyebut tidak mudah.
?Tak mudah untuk berjalan hingga titik saat ini. Ada lika-liku yang mesti saya lewati. Bahkan, pada awalnya kedua orangtua saya tidak menyetujui jalan hidup saya. Baginya, menjadi seorang trainer atau MC adalah sebuah profesi yang tidak jelas penghasilannya. Jika terus ditekuni, bagaimana saya bisa hidup? Itulah kalimat yang terus terngiang. Kedua orang tua saya beranggapan bahwa kerja itu jadi karyawan yang jelas gaji setiap bulannya. Namun, saya tak pernah menyerah. Bertahap, saya terus yakinkan orangtua. Hingga dari awal kuliah, saya sudah aktif di dunia pelatihan,? tuturnya.
Puncaknya, ia curahkan setiap kegelisahan serta impiannya melalui sebuah buku berjudul Mengukir Bintang Kehidupan. Buku itulah yang menjadi awal luluhnya hati kedua orang tuanya.
?Dalam sebuah sesi talkshow dan launching buku di Trans Studio Bandung 2014 silam, akhirnya saya berhasil mengungkapkan perasaan saya kepada kedua orang tua. Cahaya terang pun bersinar. Ridho kedua orang tua itulah yang membuat titik balik saya menjadi cepat,? katanya.
Untuk pengalaman unik di pekerjaan, sewaktu melatih public speaking, ia bertemu dengan peserta dengan ragam usia dan profesi, tapi sama-sama takut ketika tampil di depan umum.
?Alhasil dengan alih-alih praktek, saya berhasil iseng dan ngerjain peserta untuk tampil ?malu-malui? di depan umum. Dari mulai peserta tampil untuk selfie dengan orang baru yang tidak dikenal sampai harus melakukan gerakan-gerakan unik saat tampil di depan umum. Dari aktivitas itu saya semakin menyadari bahwa public speaking itu sangat bisa dilatih. Tinggal adanya kemauan serta pembiasaan untuk terus berlatih. Ada pula cerita unik saat saya menjadi MC Wedding. Dari sekian wedding dengan konsep hajatan yang umum, ada satu pernikahan yang konsepnya menarik. Pernikahan ini berlangsung di rumah, tidak ada pelaminan khusus. Alhasil pengantin dan tamu undangan bisa bebas berinteraksi dengan intim. Yang paling keren, saya memandu beberapa macam permainan di sesi resepsi pernikahan. Udah berasa lomba 17 Agustus,? bebernya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi, MC ini menyebut secara umum, tak ada permasalahan yang signifikan.
?Hanya secara personal, biasanya moody yang paling sering menghinggapi. Tak ayal, itu membuat kinerja saya naik turun sesuai mood. Sadar akan hal itu, akhirnya saya menciptakan rumus sendiri dalam mengatur mood. Dari mulai berbagi tanggung jawab dengan partner, mengatur waktu dan deadline kerja, serta mencari suasana menyenangkan. Beberapa hal itu sudah cukup membuat saya feeling good. Untuk tantangan ke depannya, tantangan di era digital ini unik. Saya dan tim semakin terpacu untuk menaklukan tantangan di era digital. Sebagai pemain aktif di industry training, saya dan tim tengah bersiap untuk melakukan proses digitaliasasi program pelatihan. Selain itu, juga keunikan pembelajar di generasi Z membuat saya semakin tertantang untuk terus belajar dan melakukan berbagai macam inovasi,? paparnya.
Ia pun meyakini bidang pekerjaan yang digeluti penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Saya punya visi ingin membantu banyak anak muda meraih karir terbaik dalam kehidupannya dengan percaya diri. Berkarir di dunia pelatihan membuat saya semakin dekat dengan hal tersebut. Untuk kebiasaan yang dibangun, dalam konteks kehidupan sehari-hari, saya paling senang berbagi dan bercerita Dengan berbagi, saya bisa mengurangi beban juga bisa membantu memberikan solusi pada orang lain. Dalam konteks ritual ibadah, saya membiasakan melakukan sholat dhuha. Kebiasan ini pun merupakan warisan dan nasihat dari guru saya. Beliau berpesan bahwa sholat dhuha adalah pembuka pintu rezeki,? jelasnya.
Dikatakannya, hal yang membuat moodnya kembali bahagia adalah bertemu orang atau sekedar ngobrol. Dengan melakukan hal itu, bukan hanya mood yang meningkat, tapi biasanya ide juga bermunculan. Ia pun membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang yang membaca kisahnya ini.
?Sejatinya, setiap pencapaian hadir dari sebuah kesungguhan dan juga konsistensi yang mendalam. Guru saya berpesan, lakukan yang terbaik yang ada di hadapan. Untuk saran, teruslah melangkah dengan setiap ide dan juga jalur yang sedang ditempuh. Percayalah, kesungguhan dan komitmen yang dipegang teguh akan memudahkan kita dalam melalui jalan demi jalan,? tukasnya.
Lingkungan pun diakuinya memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang. ?Lingkungan tempat saya berkarya menjadi pendorong yang membuat langkah saya semakin bertumbuh. Bagi saya, lingkungan tersebut seperti pemacu untuk terus berkarya dengan baik. Ganesha Public Speaking dan Sanggar MC menjadi lingkungan pertama dengan intensitas interaksi yang sangat apik. Apalagi saya pun berada di beberapa komunitas yang membuat saya semakin melek dengan perubahan. Kesimpulannya, lingkungan menjadi dorongan dalam berkarya dan juga membentuk jaringan yang membuat karir saya semakin meluas,? ucapnya.
MC ini pun membocorkan rencana dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Untuk project, saya dan tim Sanggar MC sedang mengembangakan Sanggar agar layanan Jasa MC bisa semakin meluas dan dinikmati oleh banyak kota di Indonesia. Rencana ke depannya akan menjadi market place MC berbasis web mobile aps. Sedangkan Bersama tim Ganesha Public Speaking akan melakukan positioning untuk training public speaking di corporate. Harapannya agar rekan-rekan di corporate memiliki kompetensi public speaking yang baik. Keduanya lembaga dan project tersebut bisa dilihat melalui website: www.gpssbandung.com & www.sanggarmc.com. Untuk impian, impian terbesar saya adalah memiliki sebuah taman belajar yang didalamnya terdapat media untuk membantu anak-anak dalam mengasah skill-nya. Salah satu program unggulannya fokus pada public speaking dan MC,? pungkasnya.
